JurnalLugas.Com — Pemerintah Pakistan mengonfirmasi tiga warga negaranya meninggal dunia setelah sebuah kapal komersial menjadi sasaran serangan di kawasan Laut Merah.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026. Selain menewaskan tiga warga Pakistan, serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi itu juga menyebabkan satu warga Pakistan lainnya mengalami luka.
Kabar tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar sehari setelah kejadian.
Pemerintah Pakistan menyatakan telah menerima informasi mengenai insiden tersebut dan langsung mengambil langkah untuk menangani kondisi para korban.
Dar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tiga warga Pakistan yang meninggal. Ia juga menegaskan bahwa Islamabad mengecam serangan terhadap kapal komersial yang tidak terlibat dalam pertempuran.
Menurut Dar, serangan terhadap kapal sipil tidak hanya membahayakan awak kapal, tetapi juga dapat mengganggu keamanan pelayaran internasional yang melewati jalur strategis Laut Merah.
“Serangan seperti ini membahayakan warga sipil dan mengancam keselamatan pelayaran,” kata Dar dalam pernyataannya.
Pemerintah Pakistan kini berupaya mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai kronologi serangan. Islamabad juga melakukan komunikasi dengan otoritas Arab Saudi serta pemerintah Yaman yang diakui secara internasional untuk memastikan perkembangan situasi di lapangan.
Langkah diplomatik tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan sesuai prosedur sekaligus mengetahui kondisi warga Pakistan yang masih berada di kawasan terdampak.
Dar juga memberikan instruksi khusus kepada Kedutaan Besar Pakistan di Riyadh. Perwakilan diplomatik Pakistan diminta segera berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengurus proses pemulangan jenazah tiga korban ke Pakistan.
Sementara itu, warga Pakistan yang mengalami luka dalam serangan tersebut akan mendapatkan pendampingan dan bantuan yang diperlukan dari pihak kedutaan.
Pemerintah Pakistan menilai keselamatan warga negaranya menjadi prioritas di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di jalur pelayaran Laut Merah. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur penting bagi lalu lintas kapal komersial internasional.
Serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Laut Merah sebelumnya juga telah menjadi perhatian berbagai negara karena berpotensi meningkatkan risiko bagi awak kapal dan mengganggu kelancaran perdagangan global.
Dalam perkembangan terbaru ini, Islamabad menyatakan masih memantau situasi secara langsung dan terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Pemerintah Pakistan juga belum menutup kemungkinan adanya informasi tambahan setelah proses identifikasi dan penyelidikan insiden selesai dilakukan.
Tragedi yang menewaskan tiga warga Pakistan tersebut kembali memperlihatkan dampak langsung konflik dan ketegangan di kawasan Laut Merah terhadap pekerja serta awak kapal sipil yang berada jauh dari pusat konflik.
Pakistan berharap penanganan korban dapat segera diselesaikan, sementara komunikasi dengan otoritas regional terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai serangan tersebut.
Baca perkembangan berita internasional lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






