Dua Kapal ADNOC Diserang di Selat Hormuz, UEA Tuduh Iran di Balik Insiden

JurnalLugas.Com — Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah dua kapal yang berkaitan dengan perusahaan energi milik Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Kamis malam waktu setempat.

Pemerintah UEA menuding Iran berada di balik insiden tersebut. Serangan ini menjadi perhatian karena terjadi di salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi gangguan akibat konflik di kawasan.

Bacaan Lainnya

Kantor berita pemerintah UEA, WAM, melaporkan kondisi kapal yang terlibat dalam insiden tersebut telah berhasil dikendalikan. Namun, belum ada penjelasan terperinci mengenai jenis kapal, muatan yang dibawa maupun tingkat kerusakan akibat serangan.

Tidak ada laporan mengenai korban luka dalam kejadian tersebut.

Insiden terbaru ini juga bukan yang pertama. UEA sebelumnya mengecam serangan terhadap kapal yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan minyak negaranya ketika melintasi Selat Hormuz pada Sabtu.

Kementerian Luar Negeri UEA kembali mengeluarkan kecaman dan menuding Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC sebagai pihak yang bertanggung jawab. Abu Dhabi bahkan menggambarkan tindakan tersebut sebagai bentuk pembajakan terhadap kapal komersial.

Baca Juga  Iran Ngamuk Tel Aviv Dihujani Rudal Netanyahu dan Yoav Gallant Ngumpet di Bunker

Menurut pemerintah UEA, penggunaan Selat Hormuz untuk memberikan tekanan terhadap aktivitas pelayaran dinilai berpotensi mengancam keamanan kawasan sekaligus pasokan energi dunia.

“Serangan semacam itu mengancam stabilitas kawasan dan keamanan energi global,” kata Kementerian Luar Negeri UEA dalam keterangannya.

Tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari pemerintah Iran maupun IRGC. Karena itu, pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal ADNOC tersebut masih berdasarkan klaim dari pihak UEA.

Selat Hormuz sendiri memiliki posisi yang sangat penting bagi perdagangan energi internasional. Sebelum konflik terbaru di kawasan pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia diketahui melewati jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman tersebut.

Posisi strategis itu membuat setiap gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak luas terhadap industri energi dan perdagangan global. Ketika lalu lintas kapal terganggu, biaya pengiriman dapat meningkat dan perusahaan pelayaran harus menghadapi risiko keamanan yang lebih tinggi.

Situasi semakin rumit sejak konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari. Sejak saat itu, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz berulang kali mengalami gangguan.

Ancaman terhadap kapal komersial juga sebelumnya telah muncul. IRGC dilaporkan memperingatkan kapal yang melintasi wilayah tersebut apabila memiliki hubungan dengan negara yang dianggap sebagai lawan Teheran atau tidak mengikuti arahan dari pihak Iran.

Kondisi tersebut membuat perusahaan pelayaran harus memperhitungkan kembali risiko perjalanan melalui jalur yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Bagi UEA, insiden terhadap kapal ADNOC menjadi persoalan serius karena perusahaan tersebut merupakan salah satu pemain energi terbesar yang berbasis di Abu Dhabi. ADNOC memiliki kegiatan produksi dan ekspor minyak mentah, gas alam, serta berbagai produk energi ke pasar internasional.

Belum diketahui apakah serangan terbaru tersebut berdampak terhadap operasional maupun pengiriman energi ADNOC. Pemerintah UEA juga belum membeberkan secara rinci bagaimana serangan berlangsung dan jenis kerusakan yang mungkin dialami kapal.

Dengan belum adanya keterangan dari Iran, penyelidikan lebih lanjut menjadi penting untuk mengungkap kronologi dan memastikan pihak yang bertanggung jawab.

Namun, meningkatnya insiden terhadap kapal komersial menunjukkan bahwa risiko keamanan di Selat Hormuz masih menjadi perhatian besar.

Setiap gangguan di jalur tersebut berpotensi menimbulkan efek berantai, mulai dari meningkatnya biaya pelayaran hingga kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Perkembangan terbaru mengenai konflik Timur Tengah, keamanan Selat Hormuz, energi dunia, dan ekonomi internasional dapat diikuti melalui JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait