Iran Buka Suara soal Kesepakatan dengan AS, Pezeshkian Kami Patuh Jika Washington Tepati Janji

JurnalLugas.Com – Pemerintah Iran kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan kesepahaman yang telah dicapai bersama Amerika Serikat.

Namun, Teheran menekankan bahwa kelanjutan implementasi kesepakatan tersebut sangat bergantung pada konsistensi Washington dalam memenuhi seluruh kewajiban yang telah disepakati.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menegaskan bahwa hubungan kedua negara dalam pelaksanaan nota kesepahaman dibangun atas prinsip saling memenuhi komitmen, bukan tindakan sepihak.

Menurut Pezeshkian, Iran akan tetap melaksanakan setiap poin yang menjadi tanggung jawabnya selama Amerika Serikat menunjukkan sikap yang sama terhadap isi kesepakatan.

“Kami memandang kesepahaman ini sebagai komitmen timbal balik. Selama pihak lain menjalankan kewajibannya, Iran juga akan tetap berpegang pada komitmen yang telah disepakati,” ujar Pezeshkian, di media sosial X, Senin (29/6/2026).

Diplomasi Jadi Prioritas, Tetapi Iran Siap Melindungi Kepentingannya

Dalam keterangannya, Pezeshkian juga menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Iran tetap mengedepankan pendekatan rasional, penghormatan terhadap martabat manusia, dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa negaranya tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila kepentingan nasional maupun keamanan Iran menghadapi ancaman.

Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa Teheran ingin menjaga keseimbangan antara upaya meredakan ketegangan dan mempertahankan posisi strategisnya di kawasan.

Implementasi Kesepahaman Masih Menjadi Sorotan

Nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni lalu di Islamabad masih menjadi perhatian berbagai pihak. Kesepakatan itu dipandang sebagai titik awal untuk mengurangi ketegangan setelah hubungan kedua negara sempat memanas selama beberapa pekan.

Dokumen tersebut memuat sejumlah agenda penting, mulai dari pengaturan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, mekanisme ekspor minyak Iran, hingga proses pembebasan aset yang selama ini dibekukan.

Selain itu, kedua negara juga membuka peluang pembahasan lanjutan mengenai isu-isu strategis lainnya. Namun, tahap tersebut baru dapat dilanjutkan apabila implementasi poin-poin awal berjalan sesuai kesepakatan.

Iran Ingatkan Pentingnya Kepercayaan Antarnegara

Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa keberhasilan nota kesepahaman sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan kedua belah pihak.

Teheran menilai kepercayaan merupakan fondasi utama dalam setiap proses diplomasi. Karena itu, setiap pelanggaran terhadap isi kesepakatan dinilai berpotensi menghambat proses normalisasi hubungan maupun pembahasan lanjutan mengenai berbagai isu regional.

Pengamat hubungan internasional menilai implementasi nota kesepahaman ini akan menjadi indikator penting bagi arah hubungan Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan. Apabila kedua pihak mampu menjaga komitmen, peluang terciptanya stabilitas di kawasan dinilai akan semakin terbuka.

Baca berita internasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Powell Tegaskan Tidak Akan Mundur dari Jabatan Gubernur The Fed Meski Diminta Trump

Pos terkait