JurnalLugas.Com — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mulai memanfaatkan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap untuk memperkuat jaringan 5G di Indonesia.
Pemanfaatan dua spektrum tersebut menjadi bagian dari strategi XLSMART memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan di tengah kebutuhan internet berkecepatan tinggi yang terus meningkat.
Langkah ini dilakukan bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, yang sekaligus menjadi penanda bahwa pengembangan infrastruktur digital tidak hanya berorientasi pada pembangunan jaringan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan perkembangan konektivitas digital harus bermuara pada peningkatan kesempatan dan produktivitas masyarakat.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pengembangan 5G tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kota atau BTS yang sudah terjangkau. Dampak terhadap aktivitas masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan transformasi digital.
“5G harus memberi manfaat nyata, mulai dari pendidikan, usaha, layanan publik hingga produktivitas,” ujar Merza dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).
Penggunaan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dinilai memberikan kombinasi yang saling melengkapi dalam pengembangan jaringan generasi kelima tersebut.
Spektrum 700 MHz memiliki keunggulan dalam menjangkau wilayah yang lebih luas serta memberikan penetrasi sinyal yang lebih baik. Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz dapat menopang kapasitas data yang lebih besar, khususnya pada kawasan dengan kepadatan penggunaan internet tinggi.
Dengan kombinasi tersebut, XLSMART memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kualitas jaringan sekaligus memperluas layanan 5G secara bertahap ke berbagai wilayah.
Hingga semester I 2026, jaringan 5G XLSMART telah tersedia di 52 kota. Infrastruktur tersebut didukung sekitar 15 ribu BTS 5G dengan cakupan populasi nasional mencapai 23 persen.
Penguatan spektrum baru diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas jangkauan layanan ke depannya.
Bagi masyarakat, perkembangan 5G bukan semata-mata soal memperoleh kecepatan internet yang lebih tinggi. Jaringan yang semakin luas dan stabil berpotensi memperbesar akses masyarakat terhadap pembelajaran digital, layanan kesehatan, pelayanan pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi berbasis internet.
Pelaku UMKM juga dapat memperoleh peluang lebih besar untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha, meningkatkan efisiensi dan menjangkau konsumen di pasar yang lebih luas.
Sementara bagi sektor industri, kapasitas jaringan yang semakin besar membuka kesempatan untuk mengembangkan berbagai teknologi seperti cloud computing, Internet of Things (IoT), kecerdasan artifisial atau AI, hingga otomasi.
Pemanfaatan teknologi tersebut dapat mendorong efisiensi operasional sekaligus membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.
Meski demikian, perluasan jaringan 5G tidak berhenti pada persoalan ketersediaan spektrum. Pengembangan ekosistem juga menjadi pekerjaan penting agar teknologi tersebut tidak hanya tersedia, tetapi benar-benar digunakan oleh masyarakat dan dunia usaha.
Ketersediaan perangkat 5G dengan harga yang semakin terjangkau, pengembangan aplikasi dan use case yang sesuai kebutuhan, serta kesiapan berbagai sektor menjadi faktor yang turut menentukan seberapa besar manfaat jaringan generasi baru tersebut.
Merza menilai tahapan pengembangan 5G ke depan akan semakin bergeser dari persoalan cakupan menuju pemanfaatan.
“Fokus berikutnya adalah memastikan 5G benar-benar digunakan dan memberi manfaat,” kata Merza.
XLSMART menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem 5G nasional.
Perusahaan juga mendorong agar pilihan perangkat 5G semakin beragam dan terjangkau, sekaligus memperbanyak pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri.
Dengan masuknya spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz ke dalam pengembangan jaringan, persaingan operator telekomunikasi dalam memperluas 5G Indonesia diperkirakan semakin dinamis.
Baca berita dan informasi terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Hans)






