Minggat dari PKS, Narji Gabung PSI, Perjalanan Politik Komedian Cagur

JurnalLugas.Com — Perjalanan karier komedian senior Narji kembali menarik perhatian publik. Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai anggota grup lawak Cagur itu kini membuka lembaran baru dalam perjalanan politiknya dengan resmi bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Perpindahan Narji menjadi perbincangan karena menandai perubahan arah politik setelah sebelumnya aktif sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari dinamika politik nasional yang mulai menghangat menjelang persiapan menuju Pemilu 2029.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, membenarkan bahwa Narji telah dikukuhkan sebagai kader baru dalam sebuah kegiatan sosial yang digelar DPW PSI Banten beberapa hari lalu.

“Narji telah dikukuhkan sebagai kader PSI dalam kegiatan yang berlangsung di Banten,” ujar Bestari, Rabu 08 Juli 2026.

Menurutnya, perpindahan tokoh publik dari satu partai ke partai lain merupakan hal yang lazim dalam sistem politik demokrasi.

Ia juga mengisyaratkan masih akan ada sejumlah figur lain yang akan bergabung bersama PSI dalam waktu mendatang.

Dari Dunia Hiburan Menjadi Figur Publik

Nama Narji telah lama melekat di dunia hiburan Indonesia. Bersama grup lawak Cagur, ia berhasil menciptakan berbagai program komedi yang populer di televisi dan menjadi salah satu ikon hiburan keluarga selama bertahun-tahun.

Cagur sendiri merupakan singkatan dari “Calon Guru”, karena para personelnya berasal dari lingkungan pendidikan yang sama sebelum akhirnya memilih jalur industri hiburan.

Berkat gaya komedi yang khas, grup tersebut sukses mengisi berbagai program televisi nasional dan melahirkan banyak bintang.

Selain tampil sebagai pelawak, Narji juga melebarkan kiprah sebagai presenter, pemain sitkom, hingga aktor layar lebar. Karier panjang tersebut membuat namanya dikenal lintas generasi.

Memulai Karier Politik Sejak 2021

Keputusan Narji memasuki dunia politik dimulai pada akhir 2021 ketika dirinya resmi bergabung dengan PKS. Saat itu ia menerima kartu tanda anggota secara simbolis dalam sebuah kegiatan partai.

Langkah tersebut menjadi awal keterlibatan Narji dalam aktivitas politik praktis.

Ia kemudian aktif mengikuti berbagai agenda kepartaian sebelum akhirnya maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024.

Narji bertarung dari daerah pemilihan Jawa Tengah X. Meski memperoleh dukungan masyarakat, langkahnya menuju kursi parlemen belum berhasil terwujud.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya yang kini memasuki fase baru bersama PSI.

Perpindahan Politik Jadi Dinamika Demokrasi

Pengamat politik menilai perpindahan kader antarpartai bukan fenomena baru dalam demokrasi Indonesia. Perubahan pilihan politik umumnya dipengaruhi kesamaan visi, strategi perjuangan, hingga peluang memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Masuknya figur publik seperti Narji juga dinilai mampu meningkatkan komunikasi politik kepada masyarakat karena memiliki kedekatan emosional dengan publik yang telah mengenalnya sejak lama.

Meski demikian, tantangan sesungguhnya tetap berada pada kemampuan menghadirkan gagasan, program, serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar popularitas.

Keputusan Narji bergabung dengan PSI memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai pengalaman panjangnya sebagai figur publik dapat menjadi modal membangun komunikasi politik yang lebih dekat dengan warga.

Di sisi lain, masyarakat berharap setiap tokoh yang terjun ke dunia politik mampu membawa perubahan melalui kerja nyata, transparansi, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Dengan bergabungnya Narji, peta persiapan menuju kontestasi politik 2029 diperkirakan akan semakin dinamis.

Kehadiran tokoh-tokoh publik di berbagai partai dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas basis dukungan sekaligus memperkuat regenerasi politik nasional.

Baca berita politik, nasional, ekonomi, dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Hardiknas PKS Dorong Pendidikan Bermutu, Cetak Generasi Emas Berkarakter

Pos terkait