JurnalLugas.Com — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera untuk menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional. Melalui tema “Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas Berkarakter”, PKS menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter kuat di tengah tantangan era digital.
Dalam kegiatan yang digelar Sabtu, 9 Mei 2026, Presiden Almuzzammil Yusuf mengajak seluruh kader partai untuk menjadi bagian dari gerakan perubahan di sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan berkualitas harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, lalu diperluas ke masyarakat dan ruang digital.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal akses pendidikan, melainkan bagaimana membangun lingkungan yang mampu membentuk karakter anak di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, kader PKS diminta aktif menghadirkan konten positif dan edukatif di media sosial maupun platform digital lainnya.
“Anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu melalui handphone. Karena itu ruang digital juga harus menjadi tempat pendidikan karakter,” ujar Almuzzammil dalam sambutannya.
Selain menekankan pentingnya pendidikan berbasis nilai, PKS juga menyampaikan dukungan terhadap perjuangan peningkatan kesejahteraan guru. Partai tersebut mengapresiasi langkah Fraksi PKS di DPR RI yang terus mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sekaligus memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPP PKS, Kurniasih Mufidayati menjelaskan bahwa peringatan Hardiknas kali ini diisi dengan berbagai aksi sosial pendidikan. Salah satunya berupa bantuan pendidikan simbolis kepada 24 pelajar mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga mahasiswa perguruan tinggi.
Tak hanya siswa, PKS juga memberikan penghargaan kepada 24 guru inspiratif dari sejumlah wilayah di Indonesia. Para guru tersebut dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam dunia pendidikan, termasuk penggerak sekolah adiwiyata di Kota Bogor, guru yang rela menempuh perjalanan puluhan kilometer demi mengajar, hingga tenaga pendidik yang tetap bertugas meski menjadi penyintas bencana banjir bandang di Aceh.
Kurniasih menyebut angka 24 dipilih sebagai simbol usia Milad PKS ke-24 yang jatuh tahun ini. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendidik yang menjadi ujung tombak pembangunan bangsa.
Menariknya, kegiatan Hardiknas PKS juga disertai pembagian bibit sayuran kepada guru yang hadir langsung di lokasi acara. Program tersebut disebut sebagai langkah sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong budaya mandiri di lingkungan masyarakat.
Pengamat pendidikan menilai pendekatan berbasis karakter dan ketahanan keluarga menjadi isu yang semakin relevan dalam menghadapi bonus demografi Indonesia menuju 2045. Pendidikan dinilai tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga generasi yang mampu menjaga moral, empati, dan daya saing global.
Baca berita nasional lainnya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






