JurnalLugas.Com – Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung selama dua hari menjadi perhatian publik. Bukan hanya karena padatnya agenda yang dijalani, tetapi juga karena rangkaian aktivitas tersebut menyentuh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, pelaku UMKM, tokoh agama hingga kegiatan politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jokowi menegaskan seluruh agenda yang dijalaninya merupakan bentuk penghormatan terhadap berbagai undangan yang telah diterimanya.
Menurutnya, selama memungkinkan, ia akan berusaha hadir memenuhi undangan dari berbagai elemen masyarakat.
“Undangan yang masuk saya usahakan dipenuhi. Hari ini ada dari PSI, masyarakat dan relawan yang sudah saya hadiri,” ujarnya di Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Agenda mantan Presiden RI itu belum berakhir. Pada Minggu (28/6/2026), Jokowi dijadwalkan mengunjungi sebuah pondok pesantren sebagai penutup rangkaian kunjungannya di Lampung.
Ia menjelaskan bahwa kunjungannya sengaja mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari kegiatan sosial, budaya, keagamaan hingga politik agar seluruh pihak yang mengundangnya mendapat kesempatan bertemu secara langsung.
“Besok ada kunjungan ke pondok pesantren. Jadi ada masyarakat, kegiatan politik, budaya hingga keagamaan yang kami datangi. Memang tidak semua undangan bisa dipenuhi, tetapi sebisa mungkin saya hadir,” katanya.
Kaus PSI Picu Spekulasi
Di sela kegiatan, perhatian awak media juga tertuju pada kaus berlogo PSI yang dikenakan Jokowi. Saat ditanya apakah atribut tersebut menjadi tanda dirinya telah bergabung dengan partai berlambang gajah itu, Jokowi hanya memberikan jawaban singkat sambil tersenyum.
“Kalau sudah memakai bajunya, ya silakan dimaknai sendiri,” ucapnya singkat tanpa memberikan penegasan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut kembali memunculkan berbagai spekulasi mengenai kedekatan Jokowi dengan PSI, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai status keanggotaannya.
PSI Diminta Bergerak, Bukan Sekadar Memiliki Struktur
Dalam kesempatan menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PSI Lampung, Jokowi menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader.
Ia menilai keberhasilan membentuk kepengurusan hingga tingkat desa belum cukup apabila tidak diiringi kerja nyata di lapangan.
Menurutnya, organisasi partai harus hidup melalui aktivitas kader yang aktif menyerap aspirasi masyarakat serta membangun kepercayaan publik menjelang Pemilu 2029.
Jokowi mengapresiasi capaian PSI Lampung yang disebut telah memiliki kepengurusan lebih dari 90 persen hingga tingkat ranting.
Baginya, kondisi tersebut menjadi modal besar untuk memperkuat organisasi.
“Strukturnya sudah sangat luas. Tinggal bagaimana seluruh jaringan itu benar-benar bekerja sebagai mesin politik yang aktif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keberadaan kepengurusan tidak boleh hanya menjadi data administratif, melainkan harus mampu menghadirkan kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
Optimistis PSI Tembus Senayan
Lebih jauh, Jokowi meyakini peluang PSI untuk memperoleh kursi di DPR RI pada Pemilu 2029 cukup terbuka.
Namun, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh kader bekerja secara konsisten dan maksimal.
Menurutnya, perjuangan PSI tidak boleh berhenti hanya pada ambisi lolos ke Senayan.
Partai tersebut didorong untuk menargetkan posisi sebagai salah satu kekuatan politik besar di Indonesia.
“Kalau seluruh kader bergerak bersama dan bekerja sepenuh tenaga, saya optimistis PSI bisa berkembang menjadi partai besar,” tegasnya yang disambut antusias para peserta Rakerda.
Pengamat politik menilai, rangkaian kunjungan Jokowi di Lampung sekaligus memperlihatkan bahwa dirinya masih memiliki pengaruh kuat di ruang publik.
Kehadirannya dalam kegiatan sosial, keagamaan, budaya hingga politik menunjukkan upaya menjaga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Ikuti berita politik nasional dan informasi terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Catur)






