Harga Emas Dunia Berbalik Melemah Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

JurnalLugas.Com – Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Rabu (16/9/2026) setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Harga emas spot turun 0,70 persen menjadi USD4.263,86 per troy ons. Padahal sebelumnya emas sempat melonjak lebih dari 1 persen hingga menyentuh USD4.365,57 per troy ons.

Bacaan Lainnya

Tekanan terhadap emas muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4 persen. Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh 12 anggota Federal Open Market Committee (FOMC).

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Terbaru, UBS & Galeri24 Naik Signifikan

Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi membuat dolar AS mendapat dorongan, sementara emas menjadi kurang menarik karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga.

Dalam pernyataannya, The Fed menyebut inflasi masih berada pada level tinggi dan kebijakan terbaru ditujukan untuk mendorong inflasi kembali menuju target 2 persen.

Proyeksi terbaru bank sentral AS juga menunjukkan pandangan anggota FOMC terhadap arah suku bunga masih beragam. Kondisi tersebut membuat pasar tetap mencermati kemungkinan perubahan kebijakan moneter dalam pertemuan berikutnya.

Bagi pasar emas, arah dolar AS dan kebijakan suku bunga The Fed menjadi dua faktor penting yang terus diperhatikan. Penguatan dolar dan tingginya imbal hasil aset berbunga dapat menambah tekanan terhadap harga emas.

Baca Juga  Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi Tiga Minggu, Pasar Menanti Langkah The Fed

Pergerakan pada perdagangan Rabu menunjukkan bahwa reli emas belum sepenuhnya terbebas dari pengaruh kebijakan moneter AS. Pasar kini menunggu perkembangan inflasi, ekonomi, serta sinyal lanjutan dari The Fed.

Baca berita ekonomi dan pasar terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait