JurnalLugas.Com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) terus menunjukkan situasi serius. Pemerintah setempat mencatat jumlah kasus terkonfirmasi telah mencapai 7.022 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 3.398 orang.
Data dalam laporan situasi pemerintah RD Kongo yang dirilis Jumat, 11 September 2026, menyebutkan angka kematian akibat wabah tersebut mencapai 48,4 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi.
Di tengah tingginya angka kematian, sebanyak 1.671 pasien telah dinyatakan pulih setelah menjalani penanganan medis.
Penyebaran Ebola juga semakin meluas. Wabah tersebut kini tercatat telah menjangkau 62 zona kesehatan di tujuh provinsi.
Provinsi Sud-Ubangi menjadi wilayah terbaru yang melaporkan kasus Ebola. Otoritas kesehatan setempat menemukan satu kasus terkonfirmasi pada seorang pria berusia 23 tahun yang sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Provinsi Kivu Selatan.
Pasien tersebut kemudian meninggal dunia.
Masuknya Ebola ke Sud-Ubangi menjadi perhatian karena wilayah itu tidak berbatasan langsung dengan enam provinsi yang sebelumnya sudah melaporkan kasus, yakni Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, Tshopo, dan Bas-Uele.
Kondisi tersebut menunjukkan penyebaran virus tidak hanya menjadi persoalan di wilayah yang sebelumnya sudah terdampak, tetapi mulai menjangkau area lain.
Wabah yang diumumkan pada Mei 2026 ini disebut sebagai epidemi Ebola terbesar dan paling mematikan dalam sejarah RD Kongo. Secara global, skalanya menjadi yang terbesar kedua setelah wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014–2016.
Dengan jumlah kasus yang terus bertambah dan tingkat kematian hampir separuh dari kasus terkonfirmasi, perkembangan wabah Ebola di RD Kongo kini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan.
Baca informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






