JurnalLugas.Com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Hingga pukul 15.15 WIB, IHSG tercatat naik 87,94 poin atau 1,40 persen ke level 6.364,99.
Penguatan tersebut ditopang sejumlah sektor utama. Sektor konsumer kritikal menjadi penggerak terbesar dengan kenaikan 4,15 persen. Berikutnya sektor energi menguat 3 persen, sedangkan sektor material dasar naik 2,7 persen.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang pergerakan IHSG. Di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Namun, penguatan indeks tidak sepenuhnya mencerminkan masuknya dana asing ke pasar saham. Investor asing justru mencatatkan net foreign sell Rp335,80 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi I.
Nilai transaksi asing pada sesi tersebut mencapai Rp3,95 triliun. Rinciannya, pembelian asing mencapai Rp1,81 triliun, sementara penjualan asing lebih tinggi di level Rp2,14 triliun.
Saham Bank dan Telkom Jadi Sasaran Jual Asing
Tekanan jual asing paling besar terlihat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dengan nilai penjualan mencapai Rp128,74 miliar.
Setelah BBRI, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat penjualan asing sebesar Rp69,39 miliar. Berikutnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan nilai jual asing Rp64,85 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG berlangsung ketika investor asing masih melakukan aksi jual pada sejumlah saham utama.
BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen
Pergerakan positif IHSG juga terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuan.
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 September 2026, BI mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Suku bunga Deposit Facility juga tetap 4,75 persen, sementara Lending Facility berada di 6,50 persen.
Keputusan tersebut disampaikan Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers pada Rabu (23/9/2026).
“BI memutuskan mempertahankan BI-Rate 5,75 persen,” kata Destry.
Keputusan ini membuat BI mempertahankan suku bunga selama tiga pertemuan berturut-turut. Pada RDG Agustus 2026, BI juga mempertahankan BI-Rate pada level yang sama.
Hasil RDG terhadap 11 institusi dan lembaga menunjukkan mayoritas responden sebelumnya memperkirakan BI-Rate tetap berada di level 5,75 persen.
Dengan demikian, penguatan IHSG pada perdagangan Rabu berlangsung di tengah keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan dan aktivitas jual investor asing yang masih cukup besar.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Hans)






