JurnalLugas.Com — Pemerintah Iran menyatakan telah menerima respons dari Amerika Serikat (AS) terkait rencana tujuh hari yang ditawarkan Teheran untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan informasi tersebut pada Rabu, 30 September. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform X.
Menurut Mohajerani, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi telah mengungkapkan bahwa Iran menerima usulan dari pihak AS dalam rapat kabinet yang berlangsung pada hari yang sama.
Proposal tujuh hari sebelumnya disampaikan Iran kepada AS melalui sejumlah mediator. Usulan tersebut diajukan pada 22 September, bertepatan dengan agenda Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.
Inti proposal Iran adalah penghentian permusuhan selama tujuh hari yang kemudian diikuti dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dengan adanya respons dari AS, pembahasan mengenai rencana tersebut kini memasuki tahap baru.
Namun, berdasarkan bahan yang tersedia, belum dijelaskan secara rinci isi usulan yang disampaikan Washington kepada Iran.
Perkembangan ini menjadi perhatian karena rencana Iran secara langsung berkaitan dengan upaya menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Handoko)






