JurnalLugas.Com — Nama Natalie Harp mendadak menjadi perhatian setelah disebut Senator Georgia Jon Ossoff dalam pidatonya yang menyerang Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebelumnya, perempuan berusia 35 tahun itu lebih dikenal sebagai sosok yang bekerja di balik layar dan memiliki akses sangat dekat dengan Trump.
Harp bergabung dengan lingkaran Trump pada 2022 setelah sebelumnya dikenal sebagai pembawa acara televisi. Seiring waktu, perannya berkembang menjadi salah satu ajudan yang kerap berada di dekat Trump, baik dalam kegiatan politik, perjalanan maupun aktivitas di Gedung Putih.
Ia disebut menangani berbagai kebutuhan sang presiden, mulai dari menyampaikan pesan, membantu mengatur komunikasi, menyiapkan dokumen hingga mencetak artikel dan informasi yang ingin dibaca Trump.
Karena kerap membawa tumpukan dokumen, Harp bahkan mendapat julukan “human printer” dari sejumlah orang di lingkungan Trump.
Kedekatan Harp dengan Trump pernah menjadi perhatian ketika pada Oktober 2023 ia disebut tetap berusaha mengikuti perjalanan Trump menuju persidangan di New York.
Berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui peristiwa tersebut, Harp bahkan masuk ke bagian bagasi sebuah SUV setelah tidak tersedia kursi di kendaraan rombongan.
Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu gambaran mengenai loyalitas Harp yang dikenal sangat kuat terhadap Trump.
Trump sendiri disebut beberapa kali memuji kecepatan kerja ajudannya tersebut. Seorang penasihat Gedung Putih juga menggambarkan Harp sebagai sosok yang sangat berkomitmen terhadap tugasnya dan memiliki hubungan kerja yang dekat dengan presiden.
Namun, posisi Harp di lingkaran dalam Trump tidak selalu berjalan tanpa gesekan. Kedekatannya dengan presiden disebut pernah membuat sebagian staf merasa tidak nyaman, terutama karena Harp kerap berada dalam pertemuan atau aktivitas yang melibatkan kelompok terbatas.
Meski demikian, Gedung Putih memberikan pembelaan terhadap Harp. Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle menyebutnya sebagai salah satu anggota tim yang loyal dan bekerja keras.
Nama Harp kembali mencuat setelah Jon Ossoff menyebutnya dalam pidato yang kemudian menyebar luas. Komentar tersebut memicu respons keras dari lingkungan Gedung Putih dan membuat sosok Harp yang selama ini lebih banyak berada di belakang layar menjadi perhatian publik.
Bagi sebagian orang, Natalie Harp adalah ajudan yang berhasil membangun kepercayaan tinggi dari Donald Trump.
Loyalitas, kedekatan serta kemampuannya berada di sekitar pusat pengambilan keputusan membuat posisinya tetap menjadi salah satu yang paling menarik untuk diperhatikan di lingkaran presiden Amerika Serikat.
Baca berita internasional dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






