JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan perundingan dengan Iran dilanjutkan. Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya Washington menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berjalan maupun terjadwal dengan Teheran.
Trump mengatakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, bahwa komunikasi dengan Iran masih mungkin kembali dilakukan pada waktu tertentu. Ia juga menilai kondisi antara kedua negara saat ini berada dalam keadaan yang baik.
“Situasinya saat ini sangat baik,” ujar Trump kepada awak media.
Trump kembali menempatkan isu nuklir Iran sebagai perhatian utama Washington. Ia menegaskan Amerika Serikat ingin memastikan Iran tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Selain persoalan nuklir, Trump juga menyinggung Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Ia mengklaim Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas kawasan tersebut setelah ketegangan meningkat menyusul operasi militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Sebelumnya, pemerintah AS disebut menghentikan sementara pembicaraan dengan Teheran. Trump bahkan menyatakan tidak ada perundingan yang sedang berlangsung ataupun telah dijadwalkan.
Perubahan pernyataan tersebut menunjukkan jalur diplomasi AS-Iran belum sepenuhnya tertutup. Di tengah ketegangan militer dan persoalan Selat Hormuz, peluang kembali ke meja perundingan masih menjadi salah satu opsi yang terbuka.
Bagi kawasan Timur Tengah, perkembangan ini menjadi perhatian karena setiap perubahan hubungan Washington dan Teheran berpotensi memengaruhi keamanan regional serta jalur perdagangan energi.
Baca perkembangan berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






