JurnalLugas.Com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pemerintahnya tidak akan memberikan konsesi kepada Amerika Serikat (AS) jika hal tersebut bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional Iran.
Pernyataan itu disampaikan ketika tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik masih membayangi Iran, sementara proses komunikasi dengan Washington belum menemukan titik temu.
Pezeshkian mengatakan pemerintah Iran terus melakukan pembahasan internal untuk menentukan langkah menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, perang bukan jalan keluar, tetapi ketidakpastian yang berkepanjangan juga dapat memperburuk kondisi ekonomi dan menghambat investasi.
“Kami perlu menyelesaikan persoalan melalui logika rasional dengan tetap menjaga kekuatan nasional,” ujar Pezeshkian, Sabtu (22/8/2026).
Ia juga membela nota kesepahaman yang sebelumnya dicapai Iran dan AS. Pezeshkian menegaskan kesepakatan tersebut tidak berarti Teheran menyerah atau harus memenuhi tuntutan yang mengorbankan kepentingan nasional.
Nota kesepahaman Iran-AS ditandatangani pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan itu semula diharapkan menjadi pijakan untuk meredakan permusuhan dan membuka jalan menuju pembicaraan lanjutan.
Namun, proses berikutnya menghadapi hambatan. Perselisihan mengenai penerapan kesepakatan serta pengaturan pelayaran di Selat Hormuz menjadi salah satu persoalan yang belum terselesaikan.
Selat Hormuz memiliki posisi strategis bagi perdagangan energi dunia karena menjadi jalur penting pengiriman minyak dan gas. Ketegangan di kawasan tersebut pun berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap stabilitas regional dan pasar energi.
Di tengah situasi itu, Pezeshkian menghadapi tekanan dari dalam negeri untuk tetap mempertahankan posisi tegas dalam setiap pembicaraan dengan Washington.
Pemerintah Iran pada saat yang sama berupaya menjaga stabilitas agar tekanan konflik tidak semakin memperburuk perekonomian.
Untuk informasi dan berita terbaru lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.
(Handoko)






