JurnalLugas.Com — Gagal ginjal tidak selalu diawali rasa sakit yang jelas. Justru salah satu hal yang membuat gangguan ginjal berbahaya adalah kerusakan dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan berarti pada tahap awal.
Kementerian Kesehatan RI menyebut penyakit ginjal kronis sering tidak menunjukkan gejala pada fase awal. Keluhan biasanya mulai terasa ketika fungsi ginjal sudah mengalami penurunan yang lebih berat.
Karena itu, tubuh sebenarnya bisa memberikan sejumlah tanda yang sering dianggap sebagai masalah kesehatan biasa.
Salah satunya adalah perubahan pada urine. Urine yang terus-menerus berbusa, berubah warna menjadi kemerahan, atau frekuensi buang air kecil berubah perlu diperhatikan. Kondisi tersebut tidak otomatis berarti gagal ginjal, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tanda lain yang kerap diabaikan adalah mudah lelah. Ketika fungsi ginjal menurun, berbagai gangguan dapat muncul di dalam tubuh sehingga seseorang merasa lemas, kurang bertenaga, sulit berkonsentrasi atau mengalami gangguan tidur.
Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, tangan atau sekitar mata, terutama jika muncul berulang, juga patut diperhatikan. Penumpukan cairan dapat terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu mengatur pembuangan cairan dan garam secara optimal.
Pada kondisi yang semakin berat, keluhan dapat berkembang menjadi mual, muntah, nafsu makan menurun, kulit kering dan gatal, kram otot hingga sesak napas.
Namun, munculnya gejala tersebut bukan berarti seseorang pasti mengalami gagal ginjal karena keluhan serupa juga dapat disebabkan kondisi lain.
Dokter dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia, dr. dr. Wachid Putranto, SpPD, pernah mengingatkan bahwa gejala penyakit ginjal kronis sering baru muncul ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut.
“Pentingnya kita melakukan deteksi dini,” ujar Wachid, Minggu 23 Agustus 2026.
Hal ini menjadi alasan mengapa pemeriksaan kesehatan tidak sebaiknya hanya dilakukan ketika tubuh sudah terasa sakit. Penyakit ginjal kronis dapat diketahui melalui pemeriksaan darah dan urine, termasuk penilaian fungsi penyaringan ginjal dan pemeriksaan protein dalam urine.
Risiko juga lebih tinggi pada orang yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, riwayat keluarga penyakit ginjal atau usia yang semakin bertambah. Mengendalikan penyakit tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi ginjal.
Jadi, jangan menunggu sampai muncul keluhan berat untuk memperhatikan kesehatan ginjal. Perubahan urine, pembengkakan, tubuh mudah lelah, tekanan darah yang sulit dikendalikan hingga gangguan nafsu makan layak menjadi perhatian, terutama bila berlangsung terus-menerus.
Gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gagal ginjal. Pemeriksaan medis tetap menjadi cara yang tepat untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal.
Informasi kesehatan lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com.
(Wening)






