Iran Tantang AS, Dialog atau Konflik Makin Panas?

JurnalLugas.Com — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Washington menerapkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Iran menilai langkah tersebut bukan jalan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung berlarut-larut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Amerika Serikat seharusnya memilih jalur dialog yang dilakukan dengan sikap saling menghormati. Menurutnya, penyelesaian konflik harus dibangun melalui pembicaraan yang mengedepankan keadilan dan kehormatan.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada jalan lain selain dialog yang dilakukan dengan hormat,” kata Araghchi, Minggu, 23 Agustus 2026.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi terhadap Iran. Trump menggambarkan kebijakan tersebut sebagai upaya isolasi besar-besaran dan mengajak negara-negara sekutu ikut memberikan tekanan kepada Teheran.

Araghchi menyebut tekanan ekonomi yang kembali digunakan Amerika Serikat sebagai pola lama. Ia menilai kebijakan tersebut justru menunjukkan Washington belum menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan dengan Iran.

Hubungan kedua negara sebelumnya semakin memburuk setelah serangkaian serangan AS dan Israel terhadap sejumlah sasaran di Iran pada akhir Februari. Iran kemudian memberikan respons melalui serangan terhadap pihak lawan.

Serangan kembali terjadi pada Maret dengan sasaran antara lain kawasan ladang gas South Pars dan wilayah industri Assaluyeh di Iran selatan.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan pada pertengahan Juni. Namun, ketegangan kembali muncul dan kesepakatan tersebut belum mampu mengakhiri perselisihan kedua negara.

Saat ini AS dan Iran tidak berada dalam kondisi pertempuran langsung. Washington memilih mengandalkan tekanan ekonomi, sedangkan Teheran terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Bagi Iran, persoalan utama bukan hanya penghentian tekanan, tetapi bagaimana kedua negara dapat membangun mekanisme dialog yang dianggap setara. Jalur diplomasi menjadi salah satu opsi yang masih terbuka di tengah hubungan kedua negara yang belum stabil.

Baca perkembangan berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Donald Trump Klaim Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas, Pasukan Israel Akan Ditarik dari Gaza

Pos terkait