JurnalLugas.Com – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat peningkatan efisiensi setelah Ammonia Pabrik-2 beroperasi penuh. Revamping fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 110 ribu ton CO2 per tahun.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan modernisasi pabrik membuat konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Penghematan tersebut diperkirakan memberikan efisiensi biaya produksi sekitar 14,3 juta dolar AS atau setara Rp228 miliar per tahun.
“Efisiensi energi ini sekaligus berdampak pada pengurangan emisi sekitar 110 ribu ton CO2 setiap tahun,” ujar Rafli.
Tak hanya menekan konsumsi energi, kapasitas produksi Ammonia Pabrik-2 juga meningkat. Saat pengujian, fasilitas tersebut mampu menghasilkan rata-rata 1.841 ton amonia per hari, naik 4,18 persen dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berada di angka 1.767 ton per hari.
Kenaikan produksi ini memperkuat pasokan amonia yang menjadi bahan baku penting dalam pembuatan urea. Dengan begitu, peningkatan efisiensi tidak hanya berdampak pada biaya operasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan produksi pupuk.
Revamping Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan sejumlah teknologi utama, termasuk shift converter, ammonia converter, serta sistem penghilangan CO2. Sistem kontrol juga diperkuat dengan teknologi Distributed Control System (DCS) yang memungkinkan kondisi operasi dipantau secara langsung.
Proyek yang diresmikan pada Januari 2026 tersebut kemudian melalui proses persiapan, pengujian dan penyesuaian operasi hingga mencapai kinerja optimal pada Agustus 2026.
Pupuk Kaltim menyebut proyek ini menjadi bagian dari agenda revitalisasi industri pupuk nasional. Perusahaan juga menyiapkan sejumlah proyek strategis lain untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas industri.
Rafli menegaskan penguatan fasilitas produksi akan terus diarahkan untuk menjaga keandalan operasi sekaligus mendukung ketersediaan pupuk dan ketahanan pangan nasional.
“Efisiensi dan keandalan operasi akan terus diperkuat melalui berbagai proyek strategis,” kata Rafli.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(William)






