Pezeshkian Sebut Iran Hadapi Kondisi Terburuk dalam Perang Ekonomi

JurnalLugas.Com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui tekanan ekonomi yang dihadapi negaranya semakin berat. Di tengah konflik dan tekanan eksternal, ia menyebut Iran kini berada dalam kondisi yang sangat sulit dalam apa yang disebutnya sebagai perang ekonomi.

Pezeshkian mengatakan perhatian publik banyak tertuju pada konflik bersenjata, sementara dampak tekanan ekonomi juga terus dirasakan Iran. Meski demikian, sejumlah proyek pembangunan tetap berjalan.

Bacaan Lainnya

“Tekanan ekonomi sangat berat, tetapi pekerjaan tetap berlangsung,” kata Pezeshkian seperti dilaporkan ISNA.

Menurutnya, keberlanjutan pembangunan di tengah situasi sulit menunjukkan adanya ketahanan dari berbagai pihak yang terlibat. Ia bahkan menilai pencapaian tersebut mungkin sulit diwujudkan dalam kondisi normal sekalipun.

Pezeshkian juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan tanggung jawab pemerintah untuk menghadapi persoalan ekonomi. Ia melihat sektor swasta dan investor perlu mendapat ruang lebih besar agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

“Kita bisa bekerja lebih baik dengan dukungan rakyat, akuntabilitas pejabat dan peran investor,” ujarnya.

Tekanan ekonomi terhadap Iran telah berlangsung selama bertahun-tahun. Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan kembali menerapkan sanksi melalui kebijakan yang dikenal sebagai kampanye “tekanan maksimum”.

Sanksi tersebut kemudian menyasar berbagai sektor penting, termasuk ekspor minyak, sistem keuangan dan jaringan perdagangan Iran.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Iran berupaya mempertahankan kegiatan pembangunan sekaligus mencari cara untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Bagi Teheran, keterlibatan masyarakat dan dunia usaha menjadi salah satu kunci menghadapi tekanan yang belum berakhir.

Baca perkembangan berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Zionis Israel Masuk ke Dua Desa di Daraa Suriah

Pos terkait