Trump Klaim Iran Runtuh Total di Tengah Konflik dengan AS

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait kondisi Iran di tengah konflik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.

Melalui platform Truth Social pada Senin (24/8/2026), Trump menyebut kondisi Iran sedang mengalami keruntuhan total. Pernyataan singkat itu tidak disertai penjelasan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Klaim tersebut muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington tengah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Ia juga mengklaim kemampuan militer dan program nuklir Iran telah mengalami kerusakan besar akibat operasi yang dilakukan AS.

Baca Juga  Ngawur AS Tolak Kendali Iran atas Selat Hormuz

Trump sebelumnya mengatakan Iran belum siap mencapai kesepakatan yang dinilai tepat oleh Washington. Menurutnya, tekanan ekonomi terhadap Teheran akan terus dilakukan.

Trump bahkan menyebut Iran menghadapi persoalan serius pada sektor keuangan, militer, serta pembayaran bagi aparatnya. Ia juga menyinggung tingginya inflasi yang menurut klaimnya mencapai 350 persen.

Di tengah ketegangan tersebut, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik paling sensitif. Jalur pelayaran yang berada di antara Teluk Persia dan Teluk Oman itu memiliki posisi penting bagi perdagangan energi dunia.

Washington dan Teheran sebelumnya sempat menyepakati nota kesepahaman pada Juni untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali pelayaran melalui Selat Hormuz.

Namun, kesepakatan tersebut tidak berjalan setelah kedua pihak berselisih mengenai penerapannya.

Konflik AS-Iran sendiri bermula setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Teheran kemudian melakukan serangan balasan terhadap sejumlah sasaran di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.

Baca Juga  Iran Murka! Teheran Resmi Tuding AS Dalangi Kerusuhan, Surat Tegas Dikirim ke Sekjen PBB

Pernyataan terbaru Trump menunjukkan tekanan terhadap Iran belum mereda. Persoalan ekonomi, militer, program nuklir, hingga akses pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi bagian penting dari ketegangan antara kedua negara.

Baca informasi internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait