Kabut Asap Picu Lonjakan Asma dan ISPA di Malaysia

JurnalLugas.Com — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dilaporkan melonjak tajam dalam dua pekan terakhir.

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan, peningkatan kasus terlihat pada minggu epidemiologi ke-32 dan ke-33, yakni periode 9 hingga 22 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Kasus ISPA tercatat mencapai 3.674 kasus, naik dari 1.637 kasus sebelumnya. Sementara kasus asma meningkat menjadi 219 kasus dari sebelumnya 61 kasus.

“Kasus asma meningkat 259 persen, sedangkan ISPA naik 124 persen,” kata Dzulkefly dalam konferensi pers, Minggu, 24 Agustus 2026.

Kondisi udara buruk juga terpantau di sejumlah daerah. Hingga Minggu pagi, tujuh wilayah masuk kategori tidak sehat berdasarkan Indeks Polusi Udara (API). Lima di antaranya berada di Sarawak, yakni Serian, Kuching, Sri Aman, Samarahan, dan Sarikei.

Dua wilayah lainnya adalah Sungai Petani di Kedah serta Taiping di Perak.

Dalam sistem penilaian kualitas udara Malaysia, API 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki masalah pernapasan, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Ancaman kesehatan tidak hanya datang dari kabut asap. Kementerian Kesehatan Malaysia juga mencatat 90 kasus penyakit akibat cuaca panas selama periode 26 Juli hingga 15 Agustus. Rinciannya terdiri dari 71 kasus kelelahan akibat panas, 14 sengatan panas, dan lima kasus kram akibat panas.

Dzulkefly meminta masyarakat mengurangi paparan udara tercemar dan sinar matahari berlebihan. Warga juga diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar asap atau panas.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas udara dan cuaca ekstrem dapat berdampak langsung terhadap kesehatan. Masyarakat yang berada di wilayah dengan polusi tinggi perlu lebih berhati-hati, terutama ketika muncul gangguan pernapasan.

Baca berita dan informasi lainnya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Tipidter Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Kasus Karhutla di 9 Polda

Pos terkait