Puluhan Siswa MI Al Islah Jember Keracunan MBG, SPPG Jatiagung Terancam Disuspend

JurnalLugas.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Gumukmas, Jember, menjadi perhatian setelah 29 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu yang dibagikan pada Selasa, 22 September 2026.

Korban terdiri dari 27 siswa MI Al Islah, seorang ibu, dan seorang balita. Keluhan yang muncul antara lain mual, pusing, muntah hingga demam.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut terjadi setelah makanan MBG didistribusikan ke MI Al Islah, Dusun Jatiagung. Sekitar pukul 06.30 WIB, siswa menerima nasi putih, telur bumbu Pontianak, oseng wortel dan sawi putih serta buah kelengkeng.

Sekitar pukul 09.30 WIB, susu kedelai menyusul dibagikan dalam kondisi masih hangat.

Sekitar satu jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan. Kondisi mereka kemudian mendapat penanganan dari pihak sekolah dan tenaga kesehatan.

Baca Juga  Natalius Pigai Usul Bentuk Dinas Gizi Daerah, Keracunan MBG Tanggung Jawab BGN

Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, petugas menemukan siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

“Ditemukan siswa yang diduga mengalami keracunan,” kata Edi, Rabu 23 September 2026.

Dari puluhan korban, sebanyak 16 siswa mendapatkan pertolongan pertama di lokasi dan kemudian diperbolehkan pulang.

Sementara 12 siswa bersama seorang balita dibawa ke Puskesmas Gumukmas untuk mendapat penanganan medis.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Harian Satgas MBG Jember, Bobby Arie Sandi, mengatakan kondisi balita mendapat perhatian khusus karena mengalami muntah berulang.

“Balita masih diobservasi ketat karena muntah berulang, sedangkan ibunya mendapat penanganan dokter,” ujar Bobby.

Petugas Sanitarian dan Surveilans kemudian mengamankan sampel makanan dan susu kedelai yang dibagikan kepada penerima MBG.

Sampel tersebut akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jember untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan.

Susu kedelai yang dibagikan diketahui dipasok dari UD ZAM Bagorejo. Penerima manfaat juga diimbau tidak mengonsumsi sisa makanan yang masih tersedia sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Kasus tersebut turut memicu evaluasi terhadap operasional SPPG Jatiagung Gumukmas.

Hasil investigasi sementara BGN Korcam Gumukmas menghasilkan rekomendasi kepada BGN Pusat untuk menghentikan sementara operasional SPPG tersebut serta mengganti ketuanya.

“Rekomendasinya, SPPG Jatiagung disuspend sementara dan dilakukan pergantian ketua,” tegas Edi.

Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan para korban belum dapat dipastikan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan susu kedelai masih diperlukan untuk mengetahui sumber masalah.

Hingga Rabu, 23 September 2026, jajaran Forkopimcam Gumukmas bersama tim medis masih memantau kondisi para penerima manfaat guna mengantisipasi munculnya keluhan susulan.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait