Son Heung-min Gempur Ekuador, Korea Selatan Dominan di Suwon

JurnalLugas.Com — Tim nasional Korea Selatan langsung menunjukkan agresivitas saat menghadapi Ekuador dalam laga uji coba persahabatan internasional di Stadion Piala Dunia Suwon, Kamis, 24 September 2026.

Bermain di depan pendukung sendiri, Korea Selatan mengambil kendali sejak menit-menit awal. Son Heung-min dan rekan-rekannya mencoba menekan pertahanan Ekuador untuk mencari celah sekaligus menciptakan peluang pembuka.

Bacaan Lainnya

Tekanan Taeguk Warriors membuat pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Korea Selatan lebih banyak menguasai bola dan berusaha membangun serangan melalui lini tengah, sementara Ekuador memilih bermain lebih disiplin dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Korea Selatan Dominan, Ekuador Bertahan Rapat

Penguasaan bola Korea Selatan mencapai 62 persen pada babak pertama. Angka tersebut memperlihatkan dominasi tuan rumah dalam mengontrol permainan.

Baca Juga  Bursa Asia Indeks Nikkei 225 Melonjak 1,65 % Straits Times Index Singapura menguat 0,77 % dan KOSPI Korsel tumbuh 0,85 %

Namun, dominasi penguasaan bola belum mampu menghasilkan gol. Pertahanan Ekuador yang dikomandoi Pervis Estupiñán cukup rapat sehingga sejumlah upaya Korea Selatan belum membuahkan hasil.

Ekuador sesekali keluar dari tekanan melalui serangan balik cepat. Pedro Vite dan Keny Arroyo menjadi pemain yang diandalkan untuk membawa bola ke area pertahanan Korea Selatan.

Situasi tersebut membuat duel di lini tengah menjadi salah satu titik penting pertandingan. Korea Selatan harus menjaga keseimbangan agar tekanan tinggi yang mereka terapkan tidak membuka ruang bagi serangan balik Ekuador.

Empat Kartu Kuning Warnai Babak Pertama

Pertandingan pemanasan ini juga berjalan dengan tensi cukup tinggi. Empat kartu kuning keluar pada paruh pertama.

Dari kubu Korea Selatan, Park Jin-seob menjadi pemain yang mendapat peringatan. Sementara Ekuador menerima tiga kartu kuning melalui Jackson Porozo, Keny Arroyo, dan Jordy Caicedo.

Baca Juga  Iran Peringatkan Korea Selatan, Jangan Ikut Operasi Militer di Selat Hormuz

Memasuki pertengahan babak pertama, skor masih belum berubah. Kedua tim terus mencari cara untuk memecah kebuntuan.

Bagi Korea Selatan, tekanan dan penguasaan bola menjadi modal utama untuk membongkar pertahanan lawan. Sebaliknya, Ekuador tetap mengandalkan organisasi pertahanan serta kecepatan serangan balik.

Laga di Stadion Piala Dunia Suwon pun berlangsung terbuka dan kompetitif.

Kedua tim masih memiliki pekerjaan untuk menemukan penyelesaian akhir yang mampu mengubah dominasi permainan menjadi gol.

Baca berita bola terupdate
JurnalLugas.Com

(Kardi)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait