JurnalLugas.Com — Tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala yang terasa jelas. Karena itu, banyak orang baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi.
Padahal, menjaga tekanan darah tetap terkendali menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko stroke.
Hipertensi dalam jangka panjang dapat memberikan tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan pada otak, termasuk stroke.
Kementerian Kesehatan menyebut hipertensi sebagai salah satu faktor risiko utama stroke. Pengendalian tekanan darah perlu dilakukan bersama dengan perubahan pola makan, aktivitas fisik, berhenti merokok, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Cara Sederhana Menjaga Tekanan Darah
Menjaga tekanan darah tidak selalu dimulai dari langkah yang rumit. Kebiasaan sehari-hari justru memiliki peran besar.
1. Kurangi makanan tinggi garam
Konsumsi garam berlebihan dapat membuat tekanan darah meningkat. Karena itu, makanan yang terlalu asin sebaiknya dibatasi, termasuk makanan olahan yang memiliki kandungan natrium tinggi.
Kementerian Kesehatan merekomendasikan pembatasan konsumsi garam sekitar 5–6 gram per hari.
2. Perbanyak sayur dan buah
Pola makan seimbang membantu menjaga tekanan darah. Sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan dan makanan dengan kandungan serat yang baik dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari.
Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan pola makan yang tidak seimbang perlu dikurangi.
3. Rutin bergerak dan berolahraga
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus membantu mengendalikan tekanan darah.
Kemenkes menganjurkan aktivitas fisik secara rutin. Salah satu bentuk yang sederhana adalah berjalan kaki dengan durasi sekitar 30 menit dan dilakukan secara teratur. Aktivitas aerobik seperti berjalan, bersepeda atau berenang juga dapat menjadi pilihan sesuai kondisi tubuh.
Dokter Elina Widiastuti menjelaskan bahwa aktivitas fisik memiliki manfaat terhadap fungsi jantung dan pembuluh darah serta membantu menurunkan risiko kardiovaskular.
4. Jangan merokok
Merokok dapat memperburuk kesehatan pembuluh darah dan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Berhenti merokok menjadi bagian penting dalam menjaga tekanan darah dan mengurangi faktor risiko stroke.
5. Kelola berat badan dan stres
Kelebihan berat badan, kurang bergerak dan stres dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi. Karena itu, menjaga berat badan tetap sehat, cukup tidur dan memiliki waktu untuk relaksasi penting dilakukan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Kemenkes memasukkan pengelolaan stres, aktivitas fisik, pola makan sehat dan pemeriksaan kesehatan dalam perilaku CERDIK untuk mencegah penyakit tidak menular.
6. Periksa tekanan darah secara berkala
Merasa sehat bukan berarti tekanan darah pasti normal. Hipertensi dapat berlangsung tanpa keluhan sehingga pemeriksaan menjadi penting.
Tekanan darah dapat diperiksa di fasilitas kesehatan maupun menggunakan alat pengukur tekanan darah di rumah yang terkalibrasi. Hasil pengukuran yang terus berada di atas batas normal sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
7. Jika mendapat obat, konsumsi sesuai anjuran
Bagi orang yang sudah didiagnosis hipertensi, perubahan gaya hidup perlu dilakukan bersama pengobatan sesuai kondisi masing-masing. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tekanan darah secara sepihak.
Pengobatan hipertensi harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan faktor risiko lainnya.
Tekanan Darah Terkendali, Risiko Stroke Bisa Ditekan
Stroke tidak selalu datang tanpa tanda. Risiko penyakit ini dapat dipengaruhi berbagai faktor, tetapi tekanan darah menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk dikendalikan.
Kemenkes menyebut sekitar 90 persen kasus stroke dapat dicegah melalui pengendalian berbagai faktor risiko, termasuk hipertensi, diabetes, gangguan kolesterol, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat dan kebiasaan merokok.
Karena itu, menjaga tekanan darah sebaiknya tidak dilakukan setelah muncul keluhan. Pemeriksaan rutin, mengurangi garam, memperbanyak makanan sehat, aktif bergerak, berhenti merokok dan mengikuti pengobatan bila diperlukan merupakan langkah yang dapat dilakukan sejak sekarang.
Jika tiba-tiba muncul wajah mencong, salah satu sisi tubuh melemah atau bicara mendadak menjadi pelo dan sulit dipahami, jangan menunggu kondisi membaik sendiri. Gejala tersebut membutuhkan pertolongan medis segera karena penanganan stroke berpacu dengan waktu.
Menjaga tekanan darah pada akhirnya bukan sekadar soal angka pada alat tensimeter. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga pembuluh darah, jantung dan otak tetap sehat dalam jangka panjang.
Baca informasi kesehatan lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Wening)






