JurnalLugas.Com – Mulut tiba-tiba terlihat mencong atau salah satu sisi wajah turun tidak selalu berarti stroke.
Namun, bila perubahan tersebut muncul secara mendadak, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi salah satu tanda awal stroke.
Kementerian Kesehatan memasukkan perubahan pada wajah sebagai bagian dari tanda yang perlu dikenali melalui metode FAST.
Pada pemeriksaan sederhana, seseorang dapat diminta tersenyum untuk melihat apakah salah satu sisi wajah tampak turun atau tidak simetris.
Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional, dr. Mursyid Bustami, menjelaskan bahwa stroke umumnya muncul secara tiba-tiba. Salah satu gambaran yang dapat terlihat adalah wajah yang mendadak turun sebelah, disertai kelemahan pada tangan atau gangguan bicara.
Mulut Mencong dan Tanda Stroke
Pada stroke, gangguan aliran darah ke otak dapat menyebabkan fungsi saraf terganggu. Akibatnya, salah satu sisi wajah bisa menjadi lemah sehingga sudut mulut tampak turun.
Tanda ini semakin perlu dicurigai sebagai stroke jika muncul bersamaan dengan beberapa kondisi lain, seperti salah satu tangan atau kaki mendadak lemah atau mati rasa, bicara pelo dan sulit dipahami, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, hingga sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba.
Karena itu, jangan hanya melihat perubahan pada mulut. Perhatikan juga apakah terdapat gangguan pada tangan dan kemampuan berbicara.
Metode FAST dapat digunakan sebagai pengenalan awal:
- Face: apakah salah satu sisi wajah turun ketika tersenyum?
- Arm: apakah salah satu lengan menjadi lemah ketika kedua tangan diangkat?
- Speech: apakah ucapan tiba-tiba pelo, tidak jelas, atau sulit berbicara?
- Time: jika tanda tersebut muncul, segera cari pertolongan medis.
Kementerian Kesehatan menekankan bahwa stroke merupakan keadaan darurat medis sehingga penanganan tidak sebaiknya ditunda.
Tidak Semua Mulut Mencong Berarti Stroke
Perubahan pada satu sisi wajah juga dapat terjadi pada Bell’s palsy, yaitu gangguan pada saraf wajah. Kondisi ini juga dapat menyebabkan wajah tampak melorot, sulit tersenyum, atau sulit menutup mata.
Perbedaannya tidak selalu bisa ditentukan hanya dengan melihat wajah. Pemeriksaan tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya, terutama karena stroke dan Bell’s palsy dapat memiliki gejala yang mirip.
Yang penting, seseorang tidak sebaiknya menyimpulkan sendiri bahwa mulut mencong hanya karena gangguan saraf wajah biasa. Jika kemunculannya mendadak, terlebih disertai tangan melemah atau bicara terganggu, pemeriksaan medis harus segera dilakukan.
Jangan Menunggu Gejala Hilang
Gejala yang kemudian membaik juga bukan alasan untuk mengabaikannya. Gangguan sementara dapat berkaitan dengan Transient Ischemic Attack (TIA) atau serangan iskemik sesaat.
Kondisi ini memiliki gejala menyerupai stroke dan tetap membutuhkan penanganan karena dapat menjadi peringatan adanya risiko stroke berikutnya.
Jadi, apakah mendadak mulut mencong merupakan gejala stroke? Bisa menjadi salah satunya, terutama bila terjadi tiba-tiba dan disertai kelemahan anggota tubuh atau gangguan bicara. Namun, diagnosis tidak dapat dipastikan hanya dari satu gejala.
Prinsip paling aman adalah mengenali tanda FAST dan tidak menunda mencari pertolongan ketika gejala muncul secara mendadak.
Informasi ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.
Baca berita lainnya JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com
(Wening)






