Profil BDx Data Centers, Perusahaan Infrastruktur AI Singapura di Balik Proyek Jatiluhur Disetop Dedi Mulyadi

JurnalLugas.Com — BDx Data Centers tengah menjadi perhatian di Indonesia setelah proyek pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Namun, BDx bukan perusahaan pembuat aplikasi AI atau pengembang model kecerdasan buatan. Perusahaan ini bergerak di sektor infrastruktur data center, menyediakan fasilitas komputasi yang dibutuhkan perusahaan teknologi untuk menjalankan layanan cloud, AI, dan berbagai beban kerja digital berkapasitas besar.

Bacaan Lainnya

BDx berbasis di Singapura dan mengembangkan jaringan pusat data di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam ekspansi perusahaan tersebut.

BDx Fokus pada Infrastruktur Data Center AI

Bisnis BDx berada di belakang layar industri teknologi.

Perusahaan menyediakan fasilitas pusat data, kapasitas listrik, sistem pendinginan, konektivitas serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalankan perangkat komputasi berdaya tinggi.

Perkembangan AI generatif dan kebutuhan komputasi GPU membuat pusat data dengan kapasitas besar semakin penting. Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan BDx mengembangkan fasilitas yang secara khusus disiapkan untuk kebutuhan AI.

BDx menyebut infrastrukturnya dirancang untuk mendukung kebutuhan AI training maupun inference, termasuk penggunaan teknologi komputasi NVIDIA dan sistem pendinginan untuk rak berkapasitas tinggi.

Dengan model bisnis tersebut, BDx tidak berada di sisi perusahaan yang membuat chatbot atau model AI. BDx menyediakan tempat dan infrastruktur agar teknologi komputasi tersebut dapat beroperasi.

Baca Juga  Benarkah Pemprov Jabar Simpan Dana Rp4,17 Triliun di Deposito? Ini Kata Dedi Mulyadi

Ekspansi BDx di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu lokasi utama pengembangan jaringan BDx.

Perusahaan memiliki sejumlah fasilitas pusat data di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Salah satu proyek yang mendapat perhatian besar adalah CGK4 di Jatiluhur, Purwakarta.

Proyek tersebut dirancang sebagai kampus data center AI dengan kapasitas pengembangan hingga 640 megawatt (MW).

BDx menyatakan telah mendapatkan dukungan kapasitas jaringan listrik sebesar 845 MVA untuk proyek tersebut. Pengembangan dilakukan bertahap dan menjadi bagian dari rencana perusahaan membangun platform infrastruktur AI dalam skala besar di Indonesia.

Skala itu menunjukkan bahwa BDx tidak sekadar membangun satu gedung pusat data. Perusahaan sedang menyiapkan ekosistem infrastruktur dengan kebutuhan listrik, pendinginan, jaringan dan fasilitas pendukung dalam jumlah besar.

Mengapa Jatiluhur Penting bagi BDx?

Jatiluhur dipilih untuk pengembangan infrastruktur AI berskala besar karena kebutuhan pusat data tidak hanya bergantung pada bangunan dan server.

Ketersediaan energi, jaringan listrik, lahan, konektivitas serta sistem pendinginan menjadi faktor penting bagi pengembangan data center.

BDx merancang CGK4 dengan beberapa bangunan pusat data yang dikembangkan secara bertahap. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk menangani komputasi dengan kepadatan tinggi yang dibutuhkan aplikasi AI.

Perusahaan juga menyatakan menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling, yang memungkinkan sistem pendinginan bekerja pada lingkungan komputasi dengan konsumsi daya tinggi.

Proyek BDx Jatiluhur Dihentikan Sementara

Di tengah ekspansi tersebut, pembangunan CGK4 mendapat perhatian pemerintah Jawa Barat.

Dedi Mulyadi meminta pembangunan dihentikan sementara karena pemerintah menyatakan sejumlah persyaratan, termasuk AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), belum terpenuhi.

Baca Juga  Survei Tempo Bikin Geger, Dedi Mulyadi 43%, Prabowo Cuma 15%

Pemerintah juga menyoroti kebutuhan sumber daya untuk operasional pusat data, termasuk penggunaan air di kawasan Jatiluhur.

Bagi BDx, persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan proyek AI berskala besar di Indonesia. Perusahaan tetap memiliki agenda ekspansi infrastruktur digital, tetapi proyek Jatiluhur harus menyesuaikan proses pembangunan dengan persyaratan yang diminta pemerintah.

BDx dan Masa Depan Infrastruktur AI Indonesia

Perkembangan BDx memperlihatkan perubahan kebutuhan industri data center di Indonesia.

Jika sebelumnya pusat data banyak dikaitkan dengan layanan internet, cloud dan penyimpanan data, pertumbuhan AI membuat kebutuhan terhadap pusat data berdaya listrik besar dan sistem pendinginan berkapasitas tinggi ikut meningkat.

BDx mengambil posisi di sektor tersebut.

Proyek Jatiluhur menjadi salah satu gambaran ambisi perusahaan dalam membangun infrastruktur AI berkapasitas besar di Indonesia. Namun, keberlanjutan proyek tetap bergantung pada penyelesaian aspek perizinan dan berbagai persyaratan pembangunan yang diminta pemerintah.

Dengan demikian, perhatian terhadap BDx tidak hanya soal satu proyek di Jatiluhur. Perusahaan ini merupakan salah satu pemain infrastruktur data center yang sedang memperluas kapasitas untuk menyambut pertumbuhan komputasi AI di Indonesia.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Soefriyanto news)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait