JurnalLugas.Com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026).
Mata uang Indonesia dibuka melemah 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp18.174 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.156 per dolar AS.
Pelemahan tersebut menunjukkan rupiah memulai perdagangan dengan pergerakan negatif terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Perkembangan kurs selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan berlanjut atau rupiah mampu bergerak kembali menguat.
Pergerakan nilai tukar dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, arah kebijakan moneter, arus modal asing, serta permintaan dan penawaran valuta asing.
Namun, data pembukaan ini saja belum cukup untuk memastikan penyebab pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini.
Pelaku pasar akan mencermati perkembangan sentimen global dan domestik sepanjang sesi perdagangan untuk menentukan arah pergerakan rupiah berikutnya.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






