JurnalLugas.Com – Harga emas dunia kembali menguat setelah sempat merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Pergerakan ini terjadi ketika penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi, sementara pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Reuters, harga emas spot pada Senin (26/10/2026) naik 0,54 persen menjadi USD4.017,19 per troy ons. Sehari sebelumnya, harga logam mulia tersebut sempat menyentuh USD3.975 per troy ons, posisi terendah sejak 20 Juli.
Pemulihan harga emas turut didukung oleh aksi beli setelah harga mengalami penurunan. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar, meskipun arah pergerakan selanjutnya masih dipengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, menilai penurunan harga minyak mentah menjadi salah satu faktor yang membantu pergerakan emas. Ia juga melihat adanya aksi pembelian saat harga melemah atau bargain hunting.
Menjelang pengumuman The Fed pekan ini, aktivitas perdagangan emas diperkirakan cenderung terbatas. Haberkorn memperkirakan harga berpotensi bergerak di sekitar USD4.000 per troy ons sambil menunggu kejelasan arah kebijakan suku bunga.
Keputusan The Fed menjadi perhatian karena kebijakan suku bunga dapat memengaruhi daya tarik emas di mata investor. Dengan pasar masih menunggu kepastian tersebut, penguatan harga emas belum serta-merta menandakan tren kenaikan yang berkelanjutan.
Pergerakan berikutnya akan bergantung pada respons pasar terhadap keputusan bank sentral AS serta perkembangan faktor ekonomi yang memengaruhi inflasi.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






