JurnalLugas.Com – PSSI, melalui Komite Disiplin (Komdis), telah mengambil langkah tegas terhadap beberapa klub dan individu yang terlibat dalam pelanggaran selama pertandingan pada bulan Maret ini.
Persiraja Banda Aceh, Malut United, Dewa United, Persikabo, dan Semen Padang merupakan beberapa klub yang terkena dampak dari keputusan Komdis setelah menjalani persidangan pada tanggal 8, 13, 14, 16, 18, dan 20 Maret.
Selain dikenai denda, beberapa individu juga mendapat hukuman terkait pelanggaran yang terjadi selama pertandingan, seperti yang dilaporkan oleh laman resmi PSSI pada Minggu, 24 Maret 2024.
Persiraja dijatuhi denda sebesar Rp 15 juta pada sidang Komdis tanggal 8 Maret karena kelalaian dalam menyediakan transportasi untuk tim tamu menjelang pertandingan melawan Malut United.
Komdis juga memberikan sanksi kepada Malut United pada sidang tanggal 13 Maret, di mana klub tersebut didenda Rp 25 juta karena beberapa pemainnya menerima kartu kuning dalam pertandingan melawan Persiraja.
Dewa United juga tidak luput dari hukuman, dengan didenda Rp 25 juta pada sidang tanggal 14 Maret karena kegagalan dalam mengantisipasi kehadiran pendukung Persikabo dalam pertandingan.
Persikabo juga mendapat denda sebesar Rp 25 juta akibat kehadiran para penggemar dalam pertandingan tersebut.
Pada sidang tanggal 16 Maret, Malut dan Semen Padang mendapat hukuman. Malut didenda Rp 10 juta karena kurangnya kenyamanan dan keamanan untuk tim tamu, sementara Semen Padang didenda Rp 100 juta karena insiden penyalaan suar dan kerusuhan yang terjadi dalam pertandingan melawan PSBS Biak.
Selain denda, Semen Padang juga dilarang menyelenggarakan pertandingan tanpa penonton selama tiga laga kandang.
Faisal Hamid, seorang staf Bhayangkara FC, mendapat larangan berpartisipasi dalam pertandingan selama 12 bulan dan denda Rp 50 juta karena perilaku tidak pantas selama pertandingan.
Dari sidang tanggal 20 Maret, pemain Persija Jakarta Firza Andika dan pemain Persik Kediri Agung Setia Budi juga mendapat sanksi.
Firza dihukum larangan bermain selama dua pertandingan dan denda Rp 10 juta karena pelanggaran keras terhadap pemain Persik, sementara Agung Setia Budi hanya menerima teguran keras karena protes berlebihan terhadap perangkat pertandingan.






