JurnalLugas.Com – Harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami penurunan pada sesi perdagangan sebelumnya, membatalkan harapan kenaikan selama 3 hari berturut-turut.
Tanggal 8 Mei 2024, di Bursa Malaysia, harga kontrak pengiriman CPO untuk bulan Juli terpantau berada di level MYR 3.869 per ton, mengalami penurunan sebesar 1,55% dari hari sebelumnya.
Meskipun sempat menguat selama 2 hari berturut-turut sebelumnya, namun tren positif itu tidak berlanjut hingga hari ketiga karena harga kembali merosot.
Dalam satu minggu terakhir, harga CPO berhasil mencatat kenaikan sebesar 2,15% secara point-to-point, meskipun jika dilihat dalam rentang satu bulan, harga CPO mengalami penurunan sebesar 11,35%.
Penurunan harga CPO ini dipicu oleh koreksi yang terjadi pada harga minyak nabati lainnya. Seperti terlihat pada penurunan harga minyak kedelai di Dalian, China sebesar 0,13%, dan di Chicago Board of Trade, Amerika Serikat, yang merosot sebesar 1,17%.
Ketika harga minyak kedelai lebih rendah, minat terhadap CPO cenderung menurun karena keduanya memiliki sifat saling menggantikan satu sama lain.
Dari segi analisis teknikal, CPO masih terjebak dalam zona bearish jika dilihat dari perspektif harian.
Hal ini tercermin dari nilai Relative Strength Index (RSI) sebesar 36,3, yang berada di bawah 50, menandakan aset tersebut sedang dalam posisi bearish.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di angka 49,95, menunjukkan kondisi yang cenderung netral karena berada tipis di bawah 50.
Meskipun telah mengalami koreksi yang cukup dalam selama satu bulan terakhir, harga CPO masih memiliki potensi untuk kembali menguat.
Target resisten terdekat berada di level MYR 3.891 per ton. Jika berhasil ditembus, maka target selanjutnya berada di level MYR 4.037 per ton.
Sementara itu, target support terdekat berada di level MYR 3.832 per ton. Penembusan di level tersebut berpotensi membawa harga CPO turun menuju level MYR 3.793 per ton.






