JurnalLugas.Com – Harga batu bara terus melonjak dalam perdagangan baru-baru ini, membawa si batu hitam itu ke arah yang menggiurkan.
Pada Selasa (7/5/2024), pasar ICE Newcastle mencatatnya di US$ 146,1/ton untuk kontrak bulan ini, menandakan kenaikan sebesar 0,34% dari hari sebelumnya.
Tren kenaikan ini memperlihatkan kekuatan yang kuat dalam permintaan, dengan kenaikan mencapai 2,71% dalam seminggu terakhir dan luar biasa 13,96% dalam satu bulan terakhir.
Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh permintaan ekspor yang meningkat, terutama dari Amerika Serikat, meskipun ada kekhawatiran terkait kondisi infrastruktur di Pelabuhan Baltimore.
Meskipun permintaan naik, produksi batu bara di AS diperkirakan akan mengalami penurunan, menunjukkan potensi ketegangan antara penawaran dan permintaan yang bisa mempengaruhi harga di masa mendatang.
Namun, sementara trennya bullish secara teknikal, dengan RSI mencapai 86,52, perlu diingat bahwa level di atas 70 menunjukkan overbought, yang berpotensi memicu koreksi harga.
Target support terdekat berada di US$ 138/ton, dengan US$ 134/ton sebagai target selanjutnya jika terjadi penurunan.
Sementara itu, target resisten berada di US$ 148/ton, dengan potensi penguatan menuju US$ 154/ton jika berhasil ditembus.






