JurnalLugas.Com – Pada perdagangan hari ini, Kamis 30 Mei 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren penurunan. Hal ini dipicu oleh sentimen negatif dari lonjakan imbal hasil US Treasury, surat utang pemerintah Amerika Serikat, yang juga mendorong kenaikan dolar AS.
Katalis utama di pasar saat ini adalah ekspektasi bahwa suku bunga acuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan tetap tinggi.
Pada perdagangan Rabu, 29 Mei 2024, IHSG melemah signifikan dengan penurunan 113,39 poin atau sekitar 1,56%, menutup perdagangan di level 7.140.
Penurunan ini menandai tren Bearish, dengan potensi IHSG menuju area support trendline pada level 7.100. Sebelumnya, IHSG gagal menembus MA-50 dan MA-100 pada time frame harian.
Support kuat berikutnya yang perlu diperhatikan berada pada level 7.040. Di sisi lain, resistance pertama untuk potensi penguatan berada pada level 7.180, dengan target resistance selanjutnya di level 7.240.
Sentimen perdagangan hari ini didominasi oleh faktor global. Pasar keuangan Amerika Serikat mengalami guncangan akibat lonjakan imbal hasil US Treasury yang meningkat di seluruh kurva.
Fenomena ini menciptakan tekanan tambahan bagi pasar saham Indonesia, termasuk IHSG.






