JurnalLugas.Com — Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode perdagangan 15–19 Desember 2025 berlangsung dalam tekanan. Sejumlah saham mencatat koreksi tajam, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan harga lebih dari 30 persen hanya dalam satu pekan.
Saham pendatang baru, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), menjadi emiten dengan pelemahan terdalam. Saham hasil penawaran umum perdana (IPO) ini anjlok 35,64 persen, dari level Rp550 ke posisi Rp354. Tekanan pada saham IPO umumnya terjadi akibat aksi ambil untung jangka pendek investor setelah euforia pencatatan perdana mereda.
Berdasarkan data statistik mingguan BEI yang dirilis akhir pekan, tekanan signifikan juga menimpa saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). Emiten tambang ini melemah 30,30 persen, dari Rp132 menjadi Rp92. Koreksi tersebut mencerminkan minimnya minat beli di tengah sentimen pasar yang cenderung wait and see.
Tak hanya itu, saham PT Citatah Tbk (CTTH) ikut terperosok 26,15 persen ke level Rp161 dari posisi Rp218 pada pekan sebelumnya. Penurunan serupa juga dialami PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) yang turun ke Rp935 dari Rp1.260, serta PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) yang terkoreksi 25,76 persen ke posisi Rp294.
Seorang analis pasar modal menilai, tekanan yang terjadi lebih disebabkan oleh penurunan aktivitas transaksi dan aksi profit taking menjelang akhir tahun. “Volume dan frekuensi perdagangan yang melemah membuat saham berkapitalisasi kecil lebih rentan terkoreksi,” ujarnya singkat.
Tekanan di level saham individual tersebut sejalan dengan pergerakan indeks utama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 0,59 persen ke level 8.609, dibandingkan posisi pekan sebelumnya di 8.660. Dari sisi aktivitas, rata-rata frekuensi transaksi harian juga melemah 12,59 persen, menjadi 2,80 juta kali transaksi dari sebelumnya 3,20 juta kali transaksi.
Daftar Saham Top Losers BEI Pekan 15–19 Desember 2025
Berikut saham-saham dengan penurunan terdalam sepanjang pekan lalu:
- PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) turun 35,64% ke Rp354 dari Rp550
- PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) turun 30,30% ke Rp92 dari Rp132
- PT Citatah Tbk (CTTH) turun 26,15% ke Rp161 dari Rp218
- PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) turun 25,79% ke Rp935 dari Rp1.260
- PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) turun 25,76% ke Rp294 dari Rp396
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 22,69% ke Rp835 dari Rp1.080
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 20,75% ke Rp1.260 dari Rp1.590
- PT Golden Flower Tbk (POLU) turun 18,03% ke Rp16.475 dari Rp20.100
- PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) turun 17,78% ke Rp74 dari Rp90
- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 17,76% ke Rp352 dari Rp428
Pelaku pasar diimbau tetap mencermati fundamental emiten dan sentimen global menjelang penutupan tahun. Dengan volatilitas yang masih tinggi, strategi selektif dinilai menjadi kunci bagi investor untuk mengelola risiko di pasar saham.
Baca analisis pasar dan berita ekonomi terbaru lainnya di https://JurnalLugas.Com






