Reformasi Fiskal Malaysia Mencabut Subsidi BBM Amir Hamzah Azizan Ganti dengan Bantuan Sosial

At a service station, an employee dispenses fuel to a diesel vehicle. The employee's hands are protected with safety gloves. Vehicle with urea to reduce nitrogen oxide emissions. Environmentally friendly vehicles.At a service station an employee supplies Ad Blue to a diesel vehicle. The employee has his hands protected with safety gloves. Vehicle with Urea to reduce nitrogen oxide emissions. Environmentally friendly vehicles. Euro6 standard, reduces CO2 emissions

JurnalLugas.Com – Pemerintah Malaysia sedang menggiatkan reformasi fiskal melalui serangkaian langkah strategis. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah pencabutan berbagai subsidi, termasuk subsidi bahan bakar minyak (BBM), dan penggantian mereka dengan program bantuan sosial (bansos).

Pada awal pekan ini, pemerintah Malaysia memutuskan untuk mencabut subsidi BBM jenis solar, yang mengakibatkan kenaikan harga sebesar 50 persen menjadi 3,35 ringgit per liter. Langkah ini diambil karena subsidi yang diberikan selama ini telah membebani anggaran negara secara signifikan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Anwar Ibrahim Tegaskan Dukungan Malaysia Pembebasan Masjid Al-Aqsa

Menteri Keuangan II Malaysia, Amir Hamzah Azizan, menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus pada dampak pencabutan subsidi solar ini. “Setelah subsidi solar ini mulai stabil, baru kita mempertimbangkan langkah-langkah lainnya. Tapi pemerintah saat ini masih fokus pada subsidi solar,” ujarnya pada Minggu (16/6/2024).

Amir Hamzah juga menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai alasan di balik pencabutan subsidi ini. Sosialisasi ini termasuk mengajak masyarakat yang terdampak untuk mendaftar pada sistem Budi. “Melalui sistem ini, kita akan menyediakan bantuan langsung tunai melalui program Budi Individu dan Budi Agri Commodity bagi warga negara yang berhak,” jelasnya.

Baca Juga  Resmi! Anwar Ibrahim Umumkan Susunan Kabinet MADANI, Ini Daftar Semua Menteri Malaysia

Menurut Amir Hamzah, pencabutan subsidi solar ini sangat penting untuk mencegah kebocoran subsidi yang selama ini lebih banyak dinikmati oleh negara tetangga. Dengan reformasi ini, diharapkan alokasi anggaran pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait