Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Bergerak ke Laut Arab

JurnalLugas.Com — Pemerintah Prancis mengonfirmasi kapal induk andalannya, Charles de Gaulle, kini bergerak menuju kawasan Laut Arab di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz.

Menteri Pertahanan Prancis, Alice Rufo, menyampaikan kapal induk tersebut telah melewati Terusan Suez dan kini berada di wilayah Laut Arab yang terhubung langsung dengan Teluk Oman serta jalur strategis Selat Hormuz.

Bacaan Lainnya

“Kapal telah melewati Terusan Suez menuju Laut Arab dan kini berada di kawasan tersebut,” ujar Rufo kepada media pada Jumat, 15 Mei 2026.

Kehadiran kapal induk Prancis di kawasan itu dinilai menjadi bagian dari langkah strategis untuk memantau situasi keamanan regional sekaligus memperkuat posisi diplomasi internasional di wilayah Timur Tengah.

Meski demikian, Rufo menegaskan misi Charles de Gaulle tidak hanya berfokus pada Selat Hormuz, tetapi juga mencakup pengamanan jalur pelayaran internasional di kawasan sekitarnya.

Baca Juga  Trump Kirim 15.000 Tentara ke Selat Hormuz, Misi Project Freedom atau Invasi

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Prancis menyebut kapal induk tersebut tengah menjalankan misi bersama Inggris di Laut Merah dan Teluk Aden guna menjaga keamanan maritim di jalur perdagangan internasional.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global dari kawasan Timur Tengah.

Ketegangan di wilayah tersebut meningkat setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran kembali memanas sejak akhir Februari lalu.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, telah memperingatkan bahwa kehadiran kapal perang Inggris dan Prancis di Selat Hormuz akan mendapat respons cepat dari angkatan bersenjata Iran.

Peringatan itu muncul di tengah situasi kawasan yang belum sepenuhnya stabil meski Amerika Serikat dan Iran sempat mengumumkan gencatan senjata pada awal April 2026.

Namun demikian, ketegangan tetap berlanjut setelah Amerika Serikat masih memberlakukan blokade akses maritim terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Baca Juga  PT Garudafood Putraputri Jaya Tbk (GOOD) Gandeng Raksasa Keju Prancis Le Groupe Bel Kendalikan Prochiz Indonesia

Di sisi lain, Iran juga menerapkan aturan transit khusus bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari langkah pengamanan nasional mereka.

Pengamat hubungan internasional menilai pengerahan kapal induk Charles de Gaulle berpotensi meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama jika terjadi insiden militer di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pasar energi global pun diperkirakan terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz karena kawasan itu memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas distribusi minyak dunia.

Baca berita internasional dan geopolitik terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait