JurnalLugas.Com — Pemerintah Iran dikabarkan tengah menyiapkan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan Teluk.
Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyebut Teheran akan menerapkan rute pelayaran khusus bagi kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.
Dalam pernyataannya di media sosial X pada Sabtu, 16 Mei 2026, Azizi menegaskan hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapatkan akses terhadap sistem baru tersebut.
“Layanan khusus akan diberikan melalui mekanisme ini dan nantinya dikenakan biaya tertentu,” tulis Azizi.
Ia juga menambahkan bahwa jalur tersebut tidak akan dibuka untuk operator yang terkait dengan program “Project Freedom” yang sebelumnya diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Situasi tersebut memicu respons balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu-sekutu Washington di kawasan Teluk.
Konflik yang terus berkembang membuat Iran sempat menutup akses Selat Hormuz sebelum akhirnya diberlakukan gencatan senjata melalui mediasi Pakistan pada awal April 2026.
Namun, upaya diplomasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan permanen. Sejak pertengahan April, Amerika Serikat juga dilaporkan memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di kawasan selat tersebut.
Di tengah situasi itu, Donald Trump sempat memperkenalkan inisiatif “Project Freedom” yang bertujuan mengawal kapal-kapal internasional melintasi Selat Hormuz.
Meski demikian, Iran menegaskan setiap kapal yang melintas tetap harus memperoleh persetujuan dari Teheran. Belakangan, Trump juga disebut menangguhkan pelaksanaan program tersebut.
Pengamat hubungan internasional menilai langkah Iran membuat jalur khusus di Selat Hormuz dapat memperbesar pengaruh Teheran terhadap lalu lintas perdagangan global, terutama distribusi minyak dunia.
Kebijakan itu juga diperkirakan berpotensi memicu reaksi dari negara-negara Barat yang memiliki kepentingan besar terhadap keamanan jalur energi internasional.
Pasar global kini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan situasi di Selat Hormuz karena setiap eskalasi di kawasan tersebut dapat berdampak langsung terhadap harga minyak dan stabilitas ekonomi dunia.
Baca berita internasional dan geopolitik terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






