IHSG Anjlok, Purbaya Gas Intervensi Pasar Obligasi

JurnalLugas.Com — Pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin memicu perhatian pelaku pasar dan investor. Meski pasar saham bergerak di zona merah, pemerintah memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam posisi kuat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional agar gejolak pasar tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Bacaan Lainnya

Menurut Purbaya, tekanan yang terjadi di pasar modal lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek akibat dinamika global, bukan karena melemahnya fundamental ekonomi domestik.

“Fondasi ekonomi kita tetap bagus. Yang terjadi sekarang lebih ke sentimen pasar jangka pendek,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin.

Pemerintah Mulai Intervensi Pasar Obligasi

Untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, pemerintah disebut telah mengambil langkah melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan masuk ke pasar obligasi.

Baca Juga  Kapan Coretax Selesai Dibenahi? Menkeu Purbaya Targetkan Hanya 1 Bulan

Langkah tersebut dilakukan guna mengendalikan gejolak pasar dan menjaga kepercayaan investor, terutama investor asing yang memegang surat utang pemerintah.

Purbaya mengatakan intervensi itu diharapkan mampu meredam tekanan pasar sekaligus membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Pasar obligasi harus dijaga agar investor tidak khawatir terhadap risiko kerugian akibat penurunan harga obligasi,” katanya.

Konflik Global Jadi Pemicu Tekanan Pasar

IHSG pada perdagangan Senin dibuka melemah cukup dalam di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan memicu kekhawatiran terhadap era suku bunga tinggi yang berpotensi menekan pasar saham global.

Pada awal perdagangan, IHSG turun lebih dari satu persen sebelum tekanan jual semakin meningkat hingga sesi pertama perdagangan.

Kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga ikut mengalami koreksi seiring aksi jual investor di sejumlah sektor besar.

Pengamat pasar modal menilai gejolak global saat ini membuat investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman.

Baca Juga  PT WIR Asia Tbk (WIRG) Serap 91% Dana IPO Fokus Ekspansi dan Modal Ini

Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Meski pasar saham melemah tajam, pemerintah optimistis kondisi ekonomi nasional tetap mampu bertahan menghadapi tekanan eksternal.

Stabilitas sektor perbankan, konsumsi domestik, dan aktivitas ekonomi masyarakat dinilai masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Analis menyebut langkah pemerintah menjaga pasar obligasi menjadi penting untuk mengurangi tekanan terhadap rupiah dan menjaga arus modal asing tetap stabil.

Selain itu, pemerintah juga diyakini terus memantau perkembangan geopolitik global yang dapat memengaruhi pasar keuangan nasional dalam beberapa waktu ke depan.

Ikuti berita ekonomi dan pasar modal terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait