Kapal Vox Maxima Tabrak Tanker di Marine Honour di Terminal Pasir Panjang Sebabkan Kebocoran Minyak di Sentosa Cove Singapura

JurnalLugas.Com – Odhran Dodd, seperti banyak penduduk lainnya di kawasan elit Sentosa Cove, Singapura, mengalami gangguan akhir pekan akibat bau minyak yang menyengat memenuhi daerah tempat tinggalnya. Bau tersebut mulai tercium sejak pagi hari, menandakan adanya masalah besar di perairan sekitar.

“Baunya sudah bisa tercium sejak pukul tujuh pagi,” ujar Dodd pada Sabtu 15 Juni 2024, di Sentosa Cove, sebuah kawasan eksklusif yang menjadi favorit para ekspatriat kaya. “Kami belum pernah mengalami bau seburuk ini sebelumnya.”

Bacaan Lainnya

Masalah ini bermula pada Jumat sore ketika kapal keruk berbendera Belanda, Vox Maxima, menabrak kapal pengangkut bahan bakar, Marine Honour, di Terminal Pasir Panjang. Insiden tersebut mengakibatkan tumpahan minyak yang mencemari pantai, termasuk area di mana anak-anak Dodd yang berusia empat dan tujuh tahun sering bermain. Pada Sabtu, pantai tersebut telah dilapisi minyak hitam, menandakan seriusnya tumpahan ini.

Sentosa Development Corporation, yang mengelola pulau tersebut, segera mengeluarkan pernyataan pada Jumat malam, menginformasikan masyarakat mengenai tumpahan minyak yang terjadi di sekitar pantai populer akibat kecelakaan tersebut. Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) menyatakan bahwa tangki kargo yang rusak telah diisolasi dan tumpahan minyak telah dikendalikan.

Baca Juga  IRGC Hantam Kapal Tanker AS Inggris dan Pangkalan Militer, Perang Dunia 3 Meletus?

Namun, tingkat kontaminasi baru benar-benar terlihat keesokan harinya. Dalam pernyataan bersama antara pemerintah, MPA, dan badan lingkungan, disebutkan bahwa 18 kapal tanggap darurat telah dikerahkan, serta penghalang minyak, dispersan, dan skimmer digunakan untuk meminimalkan dampak tumpahan tersebut.

Akhir Pekan Panjang yang Terganggu
Insiden ini terjadi pada awal akhir pekan panjang, di mana lalu lintas kapal di pelabuhan Singapura lebih padat dari biasanya. Banyak kapal, termasuk tanker, memilih menghindari Laut Merah karena ancaman serangan rudal, yang meningkatkan kepadatan di perairan Singapura.

Arus pasang membawa minyak yang telah terolah ke pantai Sentosa dan East Coast Park, yang berada di dekat bandara internasional di bagian timur pulau, mencemari area sejauh lebih dari 30 kilometer. Pernyataan resmi belum mengungkapkan jumlah pasti minyak yang tumpah.

Sehari setelah kecelakaan, Dodd mengungkapkan bahwa dia belum melihat adanya kapal pembersih di jalur air dekat rumahnya, menambah kekhawatiran akan lambannya respon pembersihan.

Baca Juga  AS Grebek Kapal Tanker Raksasa Venezuela, Muatan USD 78 Juta Disita, Keluarga Maduro Kena Sanksi

Dampak Lingkungan yang Luas
Tumpahan minyak ini tidak hanya berdampak pada penduduk setempat, tetapi juga memicu kekhawatiran besar mengenai dampak lingkungan. Heng Kiah Chun, ahli strategi kampanye regional Greenpeace, menyatakan bahwa tumpahan minyak ini merupakan bencana lingkungan yang serius, mempengaruhi kawasan perlindungan laut dan perikanan yang kaya akan keanekaragaman hayati.

“Tidak mungkin untuk sepenuhnya membersihkan tumpahan minyak. Pemerintah harus mewajibkan perusahaan terkait untuk melakukan lebih dari sekadar ‘pembersihan’ dan membayar reparasi atas kerusakan lingkungan yang terjadi,” tegas Heng.

Insiden ini menyoroti perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat dan tanggap darurat yang lebih efektif untuk mencegah dan menangani tumpahan minyak di masa depan, guna melindungi lingkungan dan komunitas yang terdampak.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait