JurnalLugas.Com – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan volatilitas yang signifikan pada Jumat (21/6/2024), bergerak antara Rp50 hingga Rp51 per saham sepanjang sesi perdagangan. Meskipun sempat mengalami fluktuasi harga, saham GOTO akhirnya ditutup pada Rp50 per saham, mencerminkan konsistensi dalam kisaran harga tersebut. Transaksi harian mencatatkan total nilai mencapai Rp405,94 miliar dengan volume perdagangan mencapai 8,11 miliar saham.
Sebelumnya, pada Kamis (20/6), saham GOTO juga mengalami pola yang serupa dengan penutupan di level Rp50 per saham setelah beberapa kali mencapai Rp50 hingga Rp51 per saham. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga saham GOTO telah memasuki fase konsolidasi yang cukup stabil pada level tersebut.
Performa saham GOTO dalam beberapa waktu terakhir juga mencatatkan penurunan yang signifikan. Turun 3,85 persen pada hari Rabu sebelumnya, saham ini menunjukkan penurunan sebesar 23,08 persen dalam sebulan terakhir dan 41,86 persen sejak awal tahun (YtD). Secara khusus, dibandingkan dengan harga saat Initial Public Offering (IPO) di Rp338 per saham pada April 2022, saham GOTO telah mengalami penurunan hingga 85,21 persen.
Kecenderungan penurunan harga saham GOTO telah menarik perhatian pasar terhadap potensi masuk ke dalam papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA). Meskipun saat ini saham tersebut belum memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam PPK berdasarkan ketentuan Kriteria 1, yang menetapkan bahwa harga saham harus kurang dari Rp51 per saham serta disertai dengan likuiditas rendah dalam jangka waktu tertentu.
Namun demikian, likuiditas saham GOTO masih terbilang cukup aktif dengan nilai transaksi harian yang signifikan dan volume perdagangan yang stabil. Hal ini menunjukkan bahwa saham ini masih dapat bertahan dalam papan reguler dalam waktu dekat, selama tidak terjadi penurunan signifikan dalam likuiditasnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Dengan demikian, meskipun saham GOTO sedang dalam fase harga yang menantang, kondisi likuiditasnya yang masih relatif baik memberikan harapan bagi investor bahwa saham ini dapat terus diperdagangkan dalam papan reguler tanpa perlu masuk ke dalam PPK dengan FCA dalam waktu dekat.






