Ilya Sutskever Mundur dari OpenAI Dirikan Safe Superintelligence (SSI) Perusahaan AI Seperti Google

JurnalLugas.Com – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menghadirkan berbagai layanan yang dapat menggantikan peran mesin pencari seperti Google. Layanan chatbot berbasis AI semakin populer karena mampu memberikan informasi, rekomendasi, dan panduan dengan cara yang lebih relevan dan natural, seolah-olah pengguna sedang berbicara dengan teman.

Salah satu inovasi terbaru dalam bidang ini adalah layanan ‘mesin pencari’ berbasis AI yang dikembangkan oleh Ilya Sutskever, pendiri OpenAI. Sutskever memilih untuk mengundurkan diri dari OpenAI saat perusahaan tersebut tengah mencapai puncaknya, dan memulai perusahaan AI baru bernama Safe Superintelligence atau SSI.

Bacaan Lainnya

Pengumuman mengenai SSI disampaikan melalui unggahan di akun X miliknya beberapa hari lalu. Sutskever menjelaskan bahwa tujuan utama dari perusahaan ini adalah untuk menciptakan superintelligence yang aman.

Baca Juga  Google Pixel 11 Bocor, Spesifikasi Makin Ngebut, Kamera dan AI Semakin Canggih

“Saya memulai perusahaan baru. Kami akan fokus mengejar superintelligence yang aman dengan satu tujuan, satu produk,” kata mantan kepala ilmuwan OpenAI dalam unggahannya pada Jumat (28/6/2024).

Akun resmi SSI juga mengeluarkan pernyataan awal sejak didirikan. Perusahaan ini berkomitmen untuk mengutamakan keamanan dan tidak akan mencari keuntungan dalam jangka pendek.

“SSI adalah misi, nama, dan keseluruhan peta jalan produk kami, karena ini menjadi satu-satunya fokus kami,” tulis akun SSI di media sosial X.

“Fokus utama kami adalah menghindari gangguan dari overhead manajemen atau siklus produk, dan model bisnis kami berarti keselamatan, keamanan, dan kemajuan semuanya terisolasi dari tekanan komersial jangka pendek,” jelas perusahaan.

Saat masih di OpenAI, Sutskever memimpin tim Superalignment, yang bertujuan untuk mengarahkan dan mengendalikan sistem AI. Namun, tim Superalignment dibubarkan setelah Sutskever dan Jan Leike, pemimpin tim lainnya, memutuskan untuk keluar dari OpenAI.

Baca Juga  OpenAI Pasang Target Pendapatan Rp4.700 Triliun 2030, Era Baru Monetisasi AI Dimulai

Sutskever juga pernah menjadi anggota dewan yang terlibat dalam pemecatan Sam Altman, CEO OpenAI, pada November lalu. Altman kemudian kembali ke jabatannya setelah pemecatan mendadak tersebut.

Setelah insiden itu, Sutskever menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dia menegaskan tidak pernah bermaksud merugikan OpenAI dan berjanji untuk menyatukan kembali perusahaan.

“Saya tidak pernah bermaksud merugikan OpenAI. Saya sangat menghargai semua yang telah kami bangun bersama dan akan melakukan semua yang saya bisa untuk menyatukan kembali perusahaan,” ujarnya saat itu.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait