Joe Biden Mundur dari Pilpres 2024 Mengubah Peta Politik Dunia Ini Kata Pemimpin Negara

JurnalLugas.Com – Keputusan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk tidak mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun ini telah menggemparkan dunia. Langkah ini disampaikan langsung oleh Biden melalui platform media sosial X pada Senin, 22 Juli 2024.

“Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya dapat menjadi presiden Anda. Dan meskipun saya awalnya berniat untuk mencalonkan diri kembali, lebih baik bagi partai saya dan negara saya jika saya mundur,” kata Biden.

Bacaan Lainnya

Keputusan ini mendapat berbagai respons dari pemimpin dunia, baik dari sekutu maupun dari negara yang bermusuhan dengan AS. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam pernyataannya menyatakan penghormatan atas keputusan Biden dan siap bekerja sama selama sisa masa kepresidenannya.

Baca Juga  Trump Ancam Sanksi Perusahaan China yang Beli Minyak Iran

“Saya menghormati keputusan Presiden Biden dan saya siap bekerja sama selama sisa masa kepresidenannya. Saya tahu bahwa, seperti yang telah dilakukannya sepanjang kariernya yang luar biasa, Presiden Biden akan mengambil keputusan berdasarkan apa yang ia yakini adalah demi kepentingan terbaik rakyat Amerika,” ujar Starmer.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Biden, menyebutnya sebagai pendukung kuat perjuangan negaranya.

“Dukungannya terhadap perjuangan Ukraina untuk kebebasan tak tergoyahkan,” kata Zelensky dalam pernyataannya.

Pujian serupa datang dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, yang menyebut Biden sebagai kawan dekat.

“Saya sudah mengenal Presiden Biden selama bertahun-tahun. Dia pria yang hebat, dan semua langkahnya didasari kecintaannya kepada negaranya,” kata Trudeau di platform media X.

Di sisi lain, Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi politik di AS dan menegaskan bahwa prioritas Rusia tetap pada perangnya di Ukraina.

Baca Juga  AS Klaim Raup Triliunan Dolar dari Minyak Venezuela, Trump Janjikan Ini

“Pemilu AS masih berbulan-bulan dari sekarang,” ujar Peskov.

Pilpres AS akan digelar pada November 2024. Meski mundur dari kontestasi, Biden akan tetap menjabat sebagai presiden hingga masa jabatannya berakhir pada Januari 2025. Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang akan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat untuk melawan Donald Trump dari Partai Republik. Biden secara terbuka telah menyatakan dukungannya kepada Wakil Presiden Kamala Harris untuk maju sebagai calon presiden.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait