JurnalLugas.Com – Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, sektor transportasi mencatatkan penguatan signifikan sebesar 0,95 persen, yang turut mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,16 persen menjadi 7.306. Penguatan ini terutama dipicu oleh kenaikan harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebesar 9,26 persen, menurut riset dari Panin Sekuritas.
GIAA, maskapai pelat merah, berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan harga mencapai Rp59 per saham, naik 9,26 persen dari sebelumnya Rp54 pada penutupan Jumat lalu. Sentimen positif terhadap saham GIAA sebagian besar disebabkan oleh rencana pemerintah untuk menggabungkan GIAA bersama Citilink dan Pelita Air di bawah PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau yang dikenal dengan Injourney.
Menurut Panin Sekuritas, investor merespons positif terhadap prospek masuknya GIAA ke dalam holding BUMN Aviasi dan Pariwisata ini. Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra, mengonfirmasi bahwa proses penggabungan dengan Injourney masih berlangsung dan dalam tahap diskusi intensif dengan pihak Pelita Air.
“Irfan menjelaskan bahwa proses ini sedang berlangsung dan diharapkan dapat rampung sebelum Oktober 2024. Diskusi melibatkan berbagai aspek seperti harga tiket, kondisi ekuitas GIAA, dan strategi kepemilikan bersama,” ujar Panin Sekuritas dalam laporannya.
Dengan adanya integrasi ini, diharapkan GIAA bersama Citilink dan Pelita Air dapat mengoptimalkan sinergi dalam industri penerbangan, serta memperkuat posisi mereka di pasar domestik maupun regional.






