JurnalLugas.Com – JD Vance, Calon Wakil Presiden dari Partai Republik, menganggap mundurnya Presiden Joe Biden dari Pemilihan Presiden AS 2024 sebagai ancaman serius terhadap demokrasi. Vance, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai calon wakil presiden Trump, mengeluarkan pernyataan kontroversial ini dalam reli solo perdananya di Middletown, Ohio.
Dalam pernyataannya, Vance mengecam keras pemimpin Partai Demokrat yang menekan Biden untuk mundur, menyebutnya sebagai penghinaan terhadap pemilih. Dia juga menyebut upaya pembunuhan terhadap Donald Trump sebagai bukti retorika yang memanas dalam politik AS.
Sejak penembakan yang menargetkan Trump dalam salah satu relinya awal bulan ini, Vance dengan cepat menyalahkan Partai Demokrat atas kekerasan tersebut. Dia menegaskan bahwa retorika mereka yang menggambarkan Trump sebagai ancaman bagi negara telah memicu serangan tersebut.
Namun demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan motif politik di balik penembakan tersebut, baik dari sayap kanan maupun kiri. Trump sendiri mengalami luka tembak di telinga kanannya, yang dia tutupi dengan perban sejak insiden tersebut.
Upaya pembunuhan ini telah memicu seruan dari kedua belah pihak untuk menurunkan suhu politik yang semakin memanas menjelang pemilu November mendatang. Meskipun ada panggilan untuk persatuan, pidato Trump dalam penerimaan nominasi Partai Republik pekan lalu menunjukkan adanya dualisme antara seruan persatuan dan kritik tajam terhadap imigran.






