JurnalLugas.Com — Kinerja industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif pada 2026. Salah satunya datang dari BCA Syariah yang mencatat kenaikan total aset hingga mencapai Rp19,9 triliun per April 2026.
Pertumbuhan tersebut meningkat sekitar 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu memperlihatkan tren ekspansi bisnis syariah yang terus berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan layanan keuangan berbasis prinsip Islam di Indonesia.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan penguatan kinerja perusahaan turut didukung oleh jaringan layanan yang kini tersebar di berbagai kota besar nasional.
Menurutnya, hingga saat ini BCA Syariah memiliki 79 jaringan kantor yang menopang pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses layanan keuangan syariah kepada masyarakat.
“Ke depan kami ingin hadir lebih dekat dengan nasabah, bukan hanya dalam urusan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan,” ujar Yuli dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 15 Mei 2026.
Pada akhir 2025 lalu, total aset BCA Syariah tercatat berada di angka Rp19,2 triliun dengan laba bersih mencapai Rp212 miliar sepanjang tahun berjalan.
Seiring pertumbuhan bisnis tersebut, perusahaan juga memperkenalkan identitas baru bertajuk “Sahabat Berkahmu” sebagai strategi memperkuat kedekatan dengan nasabah dari berbagai segmen.
Konsep tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah strategis yang dijalankan secara bersamaan. Salah satunya adalah penguatan layanan digital melalui aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah.
Layanan itu dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi harian masyarakat, termasuk perencanaan ibadah hingga investasi berbasis syariah yang kini semakin diminati generasi muda.
Selain itu, BCA Syariah juga memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi dan komunitas Islam di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pusat aktivitas keagamaan seperti Masjid Istiqlal dan Masjid Raya Bintaro Jaya.
Strategi berikutnya adalah memperluas jangkauan pasar ke segmen baru, khususnya kalangan anak muda yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.
Program literasi keuangan syariah, aktivitas komunitas inklusif hingga pendekatan digital menjadi fokus utama perusahaan untuk memperkuat keterlibatan dengan masyarakat modern.
Senior Vice President Dana, Jasa dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah, Mia Rahma Amalia, menyebut identitas baru tersebut menjadi titik awal transformasi layanan perusahaan agar lebih dekat dengan kehidupan nasabah.
“Menjadi sahabat berarti hadir dalam setiap langkah nasabah, baik melalui layanan digital, komunitas, maupun kebutuhan sehari-hari mereka,” katanya.
BCA Syariah optimistis tren pertumbuhan industri perbankan syariah akan terus meningkat seiring berkembangnya kesadaran masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis nilai keberlanjutan dan prinsip syariah.
Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)






