Rudal Hipersonik Jadi Ancaman, AS Bangun Golden Dome dengan Biaya Fantastis

JurnalLugas.Com — Rencana pembangunan sistem pertahanan rudal raksasa “Golden Dome” milik Amerika Serikat diperkirakan akan menjadi salah satu proyek militer paling mahal dalam sejarah modern. Program yang didorong Presiden Donald Trump itu kini diproyeksikan menelan biaya hingga USD1,2 triliun atau setara sekitar Rp20,88 kuadriliun.

Perkiraan terbaru tersebut diungkap oleh Congressional Budget Office (CBO) dalam laporan analisis anggaran yang dirilis pada Selasa, 12 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Nilai tersebut melonjak tajam dibanding estimasi awal pemerintah Amerika Serikat saat proyek pertama kali diumumkan setelah Trump kembali menjabat pada 2025. Kala itu, biaya pembangunan Golden Dome diperkirakan hanya sekitar USD175 miliar.

Sistem Pertahanan Berlapis Jadi Penyebab Lonjakan Biaya

CBO menjelaskan sebagian besar anggaran akan terserap untuk pengadaan sistem pertahanan canggih yang dirancang melindungi seluruh wilayah Amerika Serikat dari berbagai ancaman udara modern.

Komponen utama proyek mencakup pencegat rudal berlapis, sistem radar dan peringatan dini berbasis luar angkasa, teknologi pelacakan, hingga pengembangan senjata generasi baru.

Baca Juga  Joe Biden Didiagnosis Kanker Prostat Agresif Menyebar ke Tulang

Dalam laporan tersebut, pencegat rudal berbasis luar angkasa disebut menjadi komponen paling mahal karena diperkirakan menghabiskan sekitar 70 persen total biaya pengadaan sistem.

Selain itu, proyek Golden Dome juga membutuhkan pengembangan teknologi pertahanan yang belum sepenuhnya matang, sehingga biaya riset dan pengembangannya diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Kongres Baru Setujui Sebagian Kecil Anggaran

Meski nilai proyek mencapai angka fantastis, hingga saat ini Kongres Amerika Serikat baru menyetujui pendanaan awal sekitar USD24,4 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk tahap pengembangan awal dan penyusunan infrastruktur dasar sistem pertahanan.

CBO mengingatkan estimasi biaya proyek masih berpotensi berubah karena Pentagon belum memberikan rincian lengkap terkait desain akhir dan cakupan sistem pertahanan Golden Dome.

Lembaga itu menyebut perhitungan sementara dibuat berdasarkan kemampuan sistem yang tercantum dalam perintah eksekutif Presiden Trump.

Golden Dome Disebut untuk Hadapi Ancaman Rudal Modern

Pemerintah Amerika Serikat merancang Golden Dome sebagai sistem perlindungan nasional terhadap ancaman rudal balistik, hipersonik, rudal jelajah, hingga serangan udara generasi baru.

Sistem tersebut diproyeksikan melindungi seluruh wilayah strategis Amerika Serikat, termasuk Alaska dan Hawaii.

Dalam perintah eksekutif yang diteken pada Januari 2025, Trump menyebut ancaman rudal modern menjadi salah satu risiko keamanan terbesar yang dihadapi negaranya saat ini.

Baca Juga  Keangkuhan AS Memveto Resolusi DK PBB soal Gencatan Senjata di Timur Tengah

Menurutnya, perkembangan teknologi militer negara-negara pesaing membuat Amerika Serikat harus memperkuat pertahanan udara dengan pendekatan baru yang lebih terintegrasi.

“Ancaman senjata strategis berkembang jauh lebih kompleks dibanding beberapa dekade lalu,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Pengamat Soroti Beban Anggaran Jangka Panjang

Lonjakan biaya Golden Dome mulai memicu perdebatan di kalangan pengamat pertahanan dan anggota parlemen Amerika Serikat.

Sejumlah pihak menilai proyek tersebut dapat membebani anggaran federal dalam jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya biaya pertahanan dan tekanan ekonomi global.

Namun pemerintahan Trump disebut tetap mendorong percepatan proyek karena dianggap penting untuk menjaga dominasi pertahanan Amerika Serikat di era persaingan teknologi militer modern.

Baca berita internasional dan ekonomi global terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait