JurnalLugas.Com – Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Beirut telah mengeluarkan imbauan mendesak kepada warganya untuk segera meninggalkan Lebanon dengan “tiket apapun yang tersedia”. Peringatan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang semakin memanas.
Seruan ini mengikuti peringatan dari Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, yang menekankan bahwa situasi di wilayah tersebut “dapat memburuk dengan cepat”. Keadaan ini dipicu oleh janji Iran untuk membalas dendam terhadap Israel yang dianggap bertanggung jawab atas kematian ketua Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran pada Rabu, 31 Juli. Kematian Haniyeh terjadi hanya beberapa jam setelah Israel berhasil membunuh komandan Hizbullah, Fuad Shukr, di Beirut.
Hizbullah, yang berbasis di Lebanon, dikhawatirkan akan memainkan peran besar dalam aksi balasan ini, yang pada gilirannya dapat memicu tanggapan serius dari Israel. Situasi ini telah memaksa Kementerian Luar Negeri Yordania untuk mengeluarkan imbauan kepada warganya agar segera meninggalkan Lebanon dan menghindari perjalanan ke sana.
Kanada juga telah memperingatkan warganya untuk menghindari perjalanan ke Israel dan Lebanon, mengingat “situasi dapat semakin memburuk tanpa peringatan”. Kedubes AS menambahkan bahwa bagi mereka yang memilih untuk tetap tinggal di Lebanon, mereka harus “mempersiapkan rencana darurat” dan bersiap untuk “berlindung di sana untuk jangka waktu yang lama”.
Di tengah situasi ini, beberapa maskapai penerbangan dilaporkan telah menangguhkan dan membatalkan penerbangan, meskipun “pilihan transportasi komersial untuk meninggalkan Lebanon tetap tersedia”.
Untuk mendukung Israel dari kemungkinan serangan Iran dan sekutunya, Pentagon mengerahkan kapal perang dan jet tempur tambahan ke wilayah tersebut. Inggris juga mengirim personel militer tambahan, staf konsuler, dan pasukan perbatasan untuk membantu evakuasi, sembari mendesak warganya untuk meninggalkan Lebanon “saat penerbangan komersial masih berjalan”.
Dua kapal militer Inggris sudah berada di wilayah tersebut, dan Angkatan Udara Kerajaan telah menyiagakan helikopter pengangkut. Lammy menegaskan bahwa “tidak ada kepentingan siapapun jika konflik ini menyebar ke seluruh wilayah”.
Situasi ini mengingatkan pada insiden di bulan April lalu, ketika Iran melancarkan serangan udara terhadap Israel menggunakan 170 drone, 30 rudal jelajah, dan setidaknya 110 rudal balistik, sebagai balasan atas pemboman Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah.






