Keji Zionis Israel Serang Sekolah Al-Taba’een di Gaza saat Shalat Subuh Tewaskan Ratusan Jiwa

JurnalLugas.Com – Dalam serangan terbaru yang dilancarkan oleh pasukan Zionis Israel, lebih dari 100 warga Palestina dilaporkan tewas saat mereka sedang melaksanakan salat Subuh di sebuah sekolah di Kota Gaza pada Sabtu (10/8/2024). Insiden tragis ini memicu kemarahan dan kecaman dari berbagai pihak internasional.

Menurut laporan dari kelompok Hamas, serangan udara tersebut menargetkan sekolah Al-Taba’een yang terletak di dekat sebuah masjid di kawasan Daraj Tuffah. Sekolah ini telah menjadi tempat berlindung bagi banyak warga Gaza, terutama perempuan dan anak-anak, yang kini menjadi korban dalam serangan brutal ini.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Israel Resmi Akui Kemerdekaan Somaliland, Picu Polemik Global dan Penolakan Regional

Pihak militer zionis Israel, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Telegram, mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan pusat komando militan Hamas yang diyakini beroperasi dari sekolah tersebut. Mereka menambahkan bahwa langkah-langkah telah diambil untuk meminimalisir korban sipil, meskipun kenyataannya puluhan nyawa tak berdosa melayang akibat serangan ini.

Serangan ini merupakan salah satu yang paling mematikan dan keji dalam konflik yang berlangsung antara Israel dan Hamas, dan tingginya angka korban jiwa diperkirakan akan menghambat upaya internasional untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata.

Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir telah menyerukan dimulainya kembali perundingan pada 15 Agustus mendatang sebagai bagian dari upaya terbaru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama di wilayah Gaza.

Baca Juga  Jet Tempur Siluman F-35 Israel Tembak Jatuh Pesawat Iran

Meskipun zionis Israel menyatakan akan mengirim delegasi dalam perundingan tersebut, hingga kini Hamas belum memberikan tanggapan resmi terkait ajakan tersebut.

Situasi di Gaza semakin tegang, terutama dengan kemungkinan adanya serangan balasan dari pihak Iran terhadap Israel. Dunia kini menantikan bagaimana perkembangan selanjutnya dari konflik yang tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait