JurnalLugas.Com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda-tanda rebound jangka pendek pada perdagangan Senin (12/8), dengan fokus pada uji resisten Fibonacci di level 7.302. Meskipun demikian, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperingatkan bahwa jika IHSG menutup perdagangan di bawah level tersebut, ada kemungkinan indeks ini telah mencapai akhir dari wave (x) dan berpotensi memasuki fase pelemahan kembali.
Menurut Ivan, jika IHSG tidak mampu menembus level 7.302, maka koreksi yang sebelumnya terjadi mungkin akan berlanjut. Dalam skenario ini, level support penting yang perlu diperhatikan berada di 7.181, 7.129, 6.998, dan 6.949, sementara level resisten terdekat masih di 7.302, dengan target resisten berikutnya di 7.374 dan 7.454.
Untuk saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), Ivan merekomendasikan investor untuk mempertahankan atau membeli saat harga melemah (buy on weakness) di rentang Rp2.980-Rp3.060, dengan target harga jangka pendek di Rp3.380. Namun, jika harga saham ADRO tetap di bawah Rp3.330, kemungkinan akan terjadi koreksi lebih lanjut menuju level Rp2.970-Rp3.020.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga disarankan untuk ditahan atau dibeli saat harga melemah dalam kisaran Rp1.210-Rp1.240, dengan target harga di Rp1.375. Ivan memperkirakan ANTM akan melanjutkan koreksi wave (b) menuju zona support Rp1.210-Rp1.225 jika harga menembus di bawah level support Rp1.265.
Selain itu, Ivan merekomendasikan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) untuk ditahan atau dibeli saat harga melemah di rentang Rp1.540-Rp1.590, dengan target harga Rp1.735. KLBF diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan menuju Rp1.735 setelah berhasil menembus level resisten fraktal sebelumnya di Rp1.670.
Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) juga mendapatkan rekomendasi untuk ditahan atau dibeli saat harga melemah di kisaran Rp1.130-Rp1.180, dengan target harga Rp1.380. Ivan memperkirakan PGEO akan melanjutkan pembentukan wave b sebagai koreksi jangka pendek menuju Rp1.130-Rp1.180, dan berpotensi rebound jika harga tetap di atas Rp1.130.
Terakhir, Ivan menyarankan investor untuk membeli saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) saat harga melemah di rentang Rp2.410-Rp2.500, dengan target harga di Rp2.640. Menurutnya, jika PTBA tetap berada di bawah garis SMA-20, maka fase koreksi wave (ii) menuju Rp2.400-Rp2.500 akan berlanjut.
Kondisi IHSG dan rekomendasi saham dari Binaartha Sekuritas untuk perdagangan pada hari ini, Investor disarankan untuk mempertimbangkan analisis teknikal dan fundamental dalam pengambilan keputusan investasi.






