Green Power Group Jadwalkan RUPSLB Januari, Isu Pergantian Dirut Mengemuka

JurnalLugas.Com — PT Green Power Group Tbk (LABA) resmi mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada awal 2026. Agenda penting ini diperkirakan menjadi sorotan investor seiring berkembangnya isu restrukturisasi jajaran direksi perseroan.

Manajemen Green Power menyampaikan bahwa RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026. Informasi tersebut diumumkan secara terbuka kepada publik dan para pemegang saham pada pertengahan Desember 2025.

Bacaan Lainnya

“Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada tanggal yang telah ditetapkan,” demikian pernyataan singkat manajemen dalam keterbukaan informasi.

Pemegang Saham yang Berhak Hadir

Pemegang saham yang ingin menghadiri RUPSLB wajib tercatat sebagai pemilik saham LABA paling lambat 29 Desember 2025. Selain hak kehadiran dan suara, para pemegang saham juga diberi kesempatan untuk mengajukan usulan mata acara rapat sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  IHSG Tiba-Tiba Menguat di Tengah Ancaman Perang Timur Tengah, Ini Pemicunya

Hingga kini, manajemen belum membeberkan agenda resmi yang akan dibahas dalam RUPSLB tersebut. Namun, pasar menilai rapat ini berpotensi membahas perubahan struktur Dewan Direksi, khususnya menyangkut posisi Direktur Utama.

Isu Deportasi Jadi Perhatian Publik

Spekulasi tersebut mencuat setelah Direktur Utama Green Power, An Shaohong, dilaporkan dideportasi ke Tiongkok terkait permasalahan hukum di negara asalnya. Kondisi ini memicu perhatian investor terhadap kesinambungan tata kelola dan kepemimpinan perusahaan.

Corporate Secretary Green Power, Lu Haiying, sebelumnya menyampaikan bahwa perseroan siap mengambil langkah korporasi, termasuk menggelar RUPSLB, apabila diperlukan penyesuaian struktur organ direksi. Menurutnya, perusahaan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan klarifikasi resmi kepada instansi terkait.

“Perseroan belum dapat berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan dan masih menunggu informasi resmi,” ujarnya secara singkat.

Baca Juga  PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Suntik Rp807,5 Miliar ke PT Dharma Sinar Semesta Bisnis Fiber-to-the-Home

Tidak Berdampak pada Operasional

Lu menegaskan bahwa persoalan imigrasi yang menimpa An Shaohong merupakan urusan personal dan tidak berkaitan langsung dengan aktivitas bisnis maupun operasional Green Power Group. Hingga saat ini, kegiatan usaha perusahaan disebut tetap berjalan normal.

Dengan rencana RUPSLB yang sudah dijadwalkan, pelaku pasar menantikan kejelasan langkah strategis manajemen Green Power dalam menjaga stabilitas perusahaan serta kepercayaan investor ke depan.

Baca berita ekonomi dan pasar modal lainnya hanya di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait