JurnalLugas.Com – Dalam menghadapi perubahan pasar menuju elektrifikasi, Honda dan Yamaha, dua raksasa industri sepeda motor asal Jepang, dikabarkan akan memulai kolaborasi baru. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beralih ke kendaraan listrik. Yamaha nantinya akan mendapat suplai motor listrik dari Honda, dengan basis model EM1 e: dan Benly e: I yang termasuk dalam kategori motor listrik Kelas 1.
Motor listrik Kelas 1 di Jepang adalah kendaraan dengan mesin kecil dan ringan yang dirancang untuk penggunaan di perkotaan. Secara spesifik, ini merujuk pada motor yang sebanding dengan moped 50 cc atau motor listrik dengan daya maksimal 0,60 kW (sekitar 1 bhp) atau kurang.
Kabar ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Konsorsium Baterai yang Dapat Ditukar untuk Sepeda Motor Listrik, yang melibatkan Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Konsorsium ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama industri sepeda motor Jepang dalam mengembangkan baterai standar untuk sepeda motor listrik kecil dan menengah, serta kendaraan ringan lainnya.
Honda EM1 e: memiliki tenaga maksimum sebesar 2,2 hp dan berat total 95 kilogram termasuk baterai. Dengan jarak tempuh hingga 48,2 kilometer per pengisian daya, motor ini memerlukan waktu 6 jam untuk pengisian penuh. Sementara itu, Benly e: I, yang sudah tersedia sejak 2019, menawarkan jarak tempuh 88,5 kilometer dengan waktu pengisian sekitar 4 jam. Motor ini dilengkapi dengan mesin 3,6 hp dan memiliki berat 125 kilogram, termasuk baterai.
Meski belum ada informasi pasti mengenai kapan produk hasil kolaborasi ini akan dirilis, kedua perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka akan terus bekerja sama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi sepeda motor listrik, seperti jangkauan, waktu pengisian, efisiensi, dan biaya operasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan motor listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini.






