Telegram Perkenalkan Fitur Monetisasi Baru Pembuat Konten

JurnalLugas.Com – Telegram, platform perpesanan yang dikenal dengan privasinya, baru saja mengumumkan pembaruan besar pada Rabu, 14 Agustus. Dalam pembaruan ini, Telegram memperkenalkan fitur baru yang dirancang untuk membantu para pembuat konten menghasilkan uang melalui platform tersebut.

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah langganan berbayar bulanan yang memungkinkan pengguna mengakses konten tambahan dari pembuat konten favorit mereka. Langganan ini dapat dibeli menggunakan mata uang digital dalam aplikasi yang dikenal sebagai Stars. Dengan fitur ini, pembuat konten dapat membuat tautan undangan khusus yang memungkinkan pengguna bergabung ke saluran mereka setelah melakukan pembayaran bulanan dalam bentuk Stars.

Bacaan Lainnya

Fitur ini serupa dengan platform Patreon, di mana pembuat konten dapat menetapkan harga untuk akses awal atau konten eksklusif. Selain itu, Stars yang dikumpulkan oleh pembuat konten dapat ditukar menjadi hadiah dalam bentuk mata uang kripto Toncoin atau digunakan untuk iklan bersubsidi. Meskipun demikian, Telegram belum mengungkapkan besaran komisi yang akan mereka ambil dari transaksi Stars ini.

Baca Juga  Kemenkominfo Hapus 5.731 Konten yang terkait Radikalisme Ekstremisme dan Terorisme di Platform Digital

Tak hanya itu, Telegram juga meluncurkan fitur baru yang dinamakan “Star Reactions”. Fitur ini memungkinkan pengguna memberikan dukungan langsung kepada pembuat konten dengan mengirimkan Stars. Konsep Star Reactions mirip dengan fitur “Super Thanks” di YouTube atau fitur Tips di platform X. Menariknya, pembuat konten akan menerima 100 persen dari Stars yang diberikan oleh pengguna melalui Star Reactions ini.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya Telegram untuk mendukung pembuat konten dalam menghasilkan pendapatan melalui platformnya. Sebelumnya, Telegram telah memperkenalkan kemampuan bagi pembuat konten untuk berbagi konten berbayar di saluran mereka. Bahkan, beberapa bulan yang lalu, Telegram meluncurkan program bagi hasil iklan dengan pembuat konten, yang memungkinkan mereka mendapatkan penghasilan tambahan.

Baca Juga  Lisa Mariana Akui Pemeran Video Asusila Polda Jabar Jadwalkan Pemeriksaan Lanjutan

Pengumuman ini datang di saat Telegram terus tumbuh pesat, dengan jumlah pengguna aktif mencapai 950 juta pada bulan lalu. Telegram optimis untuk mencapai 1 miliar pengguna aktif sebelum akhir tahun ini. Tak hanya itu, Pavel Durov, pendiri Telegram, juga menyebutkan bahwa perusahaan menargetkan untuk mencapai profitabilitas pada tahun depan dan sedang mempertimbangkan langkah untuk go public.

Dengan fitur-fitur baru ini, Telegram semakin mempertegas posisinya sebagai platform yang mendukung ekosistem kreator konten, sembari terus menarik lebih banyak pengguna di seluruh dunia.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait